Alat Berat tak Bisa, Tim Pematusan Beraksi

(Gana Buana/J-2)
16/12/2016 03:05
Alat Berat tak Bisa, Tim Pematusan Beraksi
(ANTARA FOTO/Zabur Karuru)

LIMA laki-laki menceburkan diri ke aliran Kali Rawa Baru di Kelurahan Bekasi Jaya, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi. Dengan alat pemotong rumput sejenis parang yang mereka genggam, kelimanya memotongi gulma dan eceng gondok yang tumbuh menutupi permukaan kali. Mereka juga mengangkut berbagai jenis sampah yang tersangkut di kolong jembatan Rawa Baru, mulai ban bekas hingga tangga kayu. Selanjutnya, tumbuhan dan sampah ditumpuk di pinggir kali.

Pembersihan aliran kali dilakukan untuk mengantisipasi terhambatnya aliran sungai. Apalagi, saat musim hujan seperti sekarang sampah dan tanaman liar di kali bisa memicu banjir. “Kalau dibiarkan begini, sampahnya enggak diangkut, ya jangan heran Jalan Baru Underpass bakal banjir lagi,” kata salah seorang dari lima laki-laki itu sambil memperlihatkan tumpukan sampah.

Setelah membersihkan aliran kali, tanpa mengenakan alas kaki, mereka masih ke saluran air yang masih terhubung dengan Kali Rawa Baru. Sendimentasi yang mengendap di saluran air tersebut diserok dan diangkat ke luar saluran. Tanpa rasa khawatir, sesekali mereka juga meraba dasar saluran tanpa alat bantu.

Kepala Bidang Tata Air pada Dinas Bina Marga dan Tata Air (Disbimarta) Kota Bekasi Dicky Irawan mengatakan kelima pekerja tersebut merupakan Tim Pematusan yang diinisiasi Pemerintah Kota Bekasi untuk membantu penanggulangan banjir. Tim tersebut bertugas membersihkan utilitas seperti saluran air dan sungai-sungai yang tidak memungkinkan dilewati alat berat.

“Banyak drainase atau saluran air di Kota Bekasi yang tidak bisa digapai alat berat. Itulah fungsi Tim Pematusan,” jelasnya, beberapa waktu lalu. Ia menyebutkan, pembentukan Tim Pematusan terinspirasi oleh tenaga Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) di DKI Jakarta. Oleh karena itu, pekerjaan Tim Pematusan di Kota Bekasi pun mirip dengan yang digeluti tenaga PPSU. Namun, Tim Pematusan masih embrio dan jumlah pekerjannya baru lima orang.

Kelima anggota tim, kata Dicky, berstatus pekerja lepas yang direkrut untuk membantu kinerja pemerintah. Setiap bulan mereka mendapat imbalan Rp2 juta per orang. Ia berharap pada 2017 bisa merekrut anggota lebih banyak dengan upah yang lebih tinggi bila dibandingkan dengan upah sekarang. Hal itu perlu dilakukan agar penanganan banjir di Kota Bekasi lebih maksimal.

“Tahun depan mudah-mudahan anggaran untuk merekrut dan gaji tim ini bisa disetujui. Ini berguna untuk perawatan saluran air,” ujar Dicky. Meski baru embrio, pihaknya sudah menerapkan standar keselamatan bagi para pekerja itu. (Gana Buana/J-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya