BAYANGAN perseteruan antara bobotoh dan Jakmania yang diduga akan berbuat onar di Jakarta saat final Piala Presiden tak membuat ratusan relawan gentar melakukan aksi bersih-bersih di sepanjang area car free day (CFD), kemarin.
Relawan dari berbagai kalangan masyarakat pun ikut memeriahkan aksi Clean Up Jakarta dari Jalan MH-Thamrin hingga Bundaran HI.
Tak hanya warga Jakarta, para warga negara asing (WNA) pun turut dalam aksi Clean Up Jakarta ini.
Mereka memunguti sampah-sampah yang bertebaran di jalan dan dimasukkan ke karung bekas.
Umumnya yang dipakai ialah karung beras ukuran 20 kg.
Satu relawan terlihat ada yang membawa 2-3 karung sampah yang dikumpulkannya dari area CFD. Sampah-sampah tersebut nantinya akan diserahkan kepada dinas kebersihan.
Salah seorang relawan, Marisa, 23, bersama teman-temannya berhasil mengumpulkan lima karung sampah di kawasan Thamrin, Jakarta Pusat.
Menurutnya, sampah yang dikumpulkannya tersebut didominasi sampah bekas makanan dan minuman.
Sampah-sampah itu pun banyak ditemukan di sela-sela tanaman yang ada di sepanjang Jalan Thamrin hingga Bundaran HI.
"Sekalian olahraga, jalan dari Thamrin ke Bundaran HI memu-nguti sampah terkumpul lima karung," ujarnya.
Menjadi relawan Clean Up Jakarta, menurutnya, merupakan hal yang menyenangkan.
Selain bisa berolahraga bersama teman, juga dapat memberikan kontribusi bagi Jakarta.
Di tempat yang sama, salah satu panita Clean Up Jakarta, Ratih, mengungkapkan kegiatan Clean Up Jakarta telah dilakukan sejak 2013.
Penggagasnya ialah seorang warga negara Inggris, Angela Richardson, yang merasa prihatin dengan kondisi Jakarta.
Kebetulan Anggela senang menjelajahi Ibu Kota dengan jalan kaki dan menikmati sudut-sudut kota.
Dia melihat secara dekat denyut Kota Jakarta, dan prihatin dengan sikap warga Ibu Kota yang sembarangan membuang sampah dan tidak peduli dengan kotanya.
"Ini adalah kegiatan kedua Clean Up Jakarta. Kami masih ingin me-ngumpulkan relawan sebanyak-banyaknya untuk melakukan aksi ini kembali," ujarnya.
Ratih menceritakan, kegiatan tersebut berawal dari tindakan Angela memunguti sampah di setiap lokasi, khususnya saat dia libur.
Perilaku itu pun akhirnya menggerakkan warga Jakarta untuk ikut andil.
Saat ini, para relawan yang ikut dalam kegiatan Clean Up Jakarta tahun ini sekitar 15 ribu relawan dari berbagai komunitas dan juga masyarakat biasa.
"Dari situlah akhirnya kegiatan ini menjadi Clean Up Jakarta," kenangnya.
Ratusan karung sampah yang sudah dikumpulkan ini, jelasnya, akan dipilah berdasarkan jenisnya.
Mana yang dapat didaur ulang dan mana yang tidak bisa didaur ulang.
Sampah yang dapat didaur ulang tersebut akan disumbangkan ke bank sampah milik Dinas Kebersihan DKI Jakarta.
Adapun sampah yang tidak dapat diolah akan dibuang ke tempat penampungan sampah.