Monas dan Ragunan masih Menjadi Andalan

(Nel/J-4)
19/10/2015 00:00
Monas dan Ragunan masih Menjadi Andalan
(Antara Foto/Wahyu Putro A)
PEMERINTAH Provinsi DKI Jakarta mengklaim lokasi-lokasi wisata murah di Jakarta telah memadai. Banyak tempat wisata di Ibu Kota dapat dijadikan sarana rekreasi murah. Kepala Dinas Pariwisata DKI Jakarta Purba Hutapea mengungkapkan ada 54 museum pemerintah daerah dan museum lainnya yang dapat dikunjungi. "Lokasi murah di Jakarta ini sudah banyak. Harga tiketnya pun hanya Rp3.000 bahkan gratis. Cuma aksesnya yang tidak dapat dijangkau masyarakat," ujarnya, pekan lalu. Purba mengatakan saat ini belum ada program untuk revitalisasi dua kawasan wisata yang paling banyak dikunjungi masyarakat, yaitu Monumen Nasional (Monas) dan Taman Margasatwa Ragunan (TMR).

Menurut Purba, untuk kawasan Monas, pemprov tidak akan menambah wahana permainan bagi pengunjung. Pemprov hanya akan mempertahankan monumen emas di tubuh Monas dan diorama di dalamnya. "Memang kami tidak akan menambah wahana permainan di sana. Kami memang ingin mempertahankan monumen emasnya dan diorama. Itu yang kami jual pada masyarakat. Untuk kenyamanan pengunjung saat ini sudah ada ruang terbuka hijau dan juga Lenggang Jakarta," jelasnya. Di TMR, pihaknya juga menerapkan hal yang sama.

Meskipun pengunjung TMR juga didominasi anak-anak, pemprov tidak akan menambah wahana apa pun. Dia menilai dengan hanya mempertunjukkan satwa yang ada sudah cukup menghibur masyarakat. "TMR itu yang kami jual ialah koleksi faunanya bukan wahana permainannya," papar dia. Sebagai alternatif wisata lainnya, kata Purba, Pemprov DKI saat ini sudah membangun ruang publik terpadu ramah anak (RPTRA).

Perkampungan Betawi Setu Babakan dapat menjadi tempat wisata murah bagi masyarakat. Selain itu, kata dia, ada juga wisata Balai Kota DKI yang telah difungsikan untuk wisata murah. "Tempat ini kan juga sudah difungsikan. Ini bisa menambah lokasi wisata murah di Jakarta, ditambah dengan adanya bus Trans-Jakarta dan bus wisata untuk mempermudah akses masyarakat. Tahun depan pun kami masih membangun puluhan RPTRA," papar Purba. Namun, Purba menolak menjelaskan alokasi anggaran untuk pariwisata.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya