KAWASAN Taman Marga Satwa Ragunan (TMR), Jakarta, tidak pernah sepi pengunjung, baik di hari biasa maupun hari libur. Ribuan orang berkunjung setiap harinya. Bahkan di hari libur, pengunjung yang datang bisa mencapai ratusan ribu orang. TMR memang menjadi tempat favorit wisata warga Ibu Kota maupun daerah. TMR merupakan salah satu tempat wisata termurah di Jakarta. Dengan harga tiket Rp4.500 untuk dewasa dan Rp3.500 untuk anak-anak di hari biasa, pengunjung sudah bisa menyaksikan berbagai satwa di dalamnya. Sari, 32, misalnya, telah beberapa kali mengajak dua anaknya ke Ragunan. Menurut warga Rawamangun, Jakarta Timur, itu hanya TMR yang menyediakan fasilitas cukup baik sebagai tempat wisata murah.
Selain harga tiket masuk yang murah, beberapa area permainan anak juga sangat terjangkau untuk kalangan masyarakat menengah bawah seperti dia. "Di sini harga tiket masuknya murah. Ongkosnya murah. Tinggal naik bus Trans-Jakarta sudah sampai. Sangat bisa dijangkau oleh orang berpenghasilan pas-pasan seperti saya ini," ujarnya. Selain Ragunan, kawasan Monas di Jakarta Pusat juga ramai dikunjungi warga. Di sini, pengunjung dapat berjalan-jalan di halaman Monas yang sangat luas atau duduk santai di halaman terbuka hijau.
Sebagai pilihan, mereka juga bisa masuk ke museum bawah Monas dengan membayar tiket Rp5.000 untuk dewasa dan Rp2.000 untuk anak-anak. Untuk naik ke puncak Monas, pengunjung dikenai biaya Rp15.000. Namun, kemarau panjang saat ini membuat taman Monas kekeringan. Banyak pohon meranggas. Rumput yang hijau kini mengering dan tanahnya juga retak-retak. Salah satu petugas kebersihan Monas, Budi, 35, menuturkan sejak musim kemarau ini pengunjung ruang terbuka hijau Monas justru berkurang. "Memang kondisinya kayak begini. Daun-daun semuanya berguguran karena kekeringan. Kalau air mancur masih dalam perbaikan," ungkapnya.
Patungan Kawasan Kota Tua, Jakarta Barat, juga banyak menarik animo masyarakat untuk berwisata. Setiap hari selalu ada pengunjung mendatangi kawasan ini. Beberapa pengunjung melihat-lihat museum yang ada di sini seperti Museum Fatahilah dan Museum Wayang. Namun, sebagian besar memi-lih bercengkerama di depan museum. Biasanya pengunjung ramai pada sore dan malam hari. Untuk menikmati waktu bermain di kawasan itu, pengunjung tidak perlu membayar tiket masuk.
Mereka hanya perlu menyediakan uang untuk membeli camilan. Namun, jika pengunjung tidak punya banyak bujet, patungan menjadi cara yang efektif untuk berekreasi. Cara itu ditempuh Jessica dan empat teman sekolahnya. Mereka mengumpulkan uang masing-masing Rp20 ribu untuk berwisata ke Fatahilah. Biaya itu sudah termasuk biaya bensin, serta makan dan minum selama berada di Kota Tua. "Kami suka ke sini untuk refreshing setelah mengerjakan tugas sekolah. Di sini murah, nggak bayar tiket paling cuma beli camilan. Untuk menghemat, patungan seorang Rp20 ribu," terangnya.
Menurut siswi kelas X itu, para pelajar seperti dirinya memang butuh banyak hiburan agar bisa mengembalikan semangat belajar. Namun, kondisi keuangan mereka sangat terbatas. Karena itu, mereka butuh tempat wisata murah untuk berekreasi. "Butuh banget wisata murah kayak gini. Kalau di Jakarta ini kan susah, paling Monas, Ragunan, Kota Tua, dan museum. Kalau museum jarang yang mengunjungi," ungkapnya.