Menikmati Transportasi Gratis sambil Belajar

(Mal/J-2)
13/12/2016 02:50
Menikmati Transportasi Gratis sambil Belajar
(MI/ARYA MANGGALA)

WAJAH Rani, 10, tampak riang setelah turun dari bus sekolah yang baru mengantarkannya pulang ke Rumah Susun (Rusun) Jatinegara Barat, Jakarta Timur. Ia lantas melambaikan tangan kepada sang pengemudi bus. "Makasih, Opung. Dadah..." katanya dengan ceria. Rani memang kenal dengan pengemudi bus sekolah yang biasa ia sapa dengan sebutan opung itu. Ia bahkan tidak segan bersenda gurau. Ia bersama lima teman sebayanya yang baru saja tiba di rusun tidak terlihat lelah seusai mengikuti pelajaran di sekolah sejak pagi hingga siang hari. "Tadi di dalam bus nyanyi-nyanyi sama yang lain," kata Rani menceritakan keseruan naik bus berwarna kuning itu.

Dalam delapan bulan terakhir, saat pergi dan pulang sekolah ia memang selalu menumpang bus sekolah yang melintas di Rusun Jatinegara Barat menuju sekolahnya, Sekolah Dasar Negeri (SDN) 01 Bukit Duri, Jakarta Selatan. Bocah itu memilih menumpang bus gratis itu bukan hanya demi menghemat biaya transportasi Rp4.000 per hari. Ia juga merasa nyaman menumpang bus itu karena kondisinya bersih dan ada penyejuk udara. Bus sekolah berukuran sedang itu memiliki 29 tempat duduk yang disusun berhadapan. Dalam kondisi penuh, bus bisa mengangkut sekitar 50 murid SD hingga SMA.

Sepanjang perjalanan, pengemudi bus selalu memutar lagu-lagu nasional. Keceriaan para murid saban hari terlihat di dalam bus. Derai tawa, celoteh, dan canda selalu terdengar. Tak terkecuali bercanda dengan pengemudi ataupun pembantu pengemudi. Interaksi di dalam bus itulah yang menghapus kepenatan seusai belajar atau kejenuhan lantaran perjalanan harus menembus kemacetan lalu lintas. Karena itu, setiap awak bus dituntut bisa berinteraksi dengan penumpang agar mereka lebih akrab sehingga perjalanan menjadi selalu menyenangkan.

"Sebagai pembantu pengemudi, saya enggak cuma duduk manis, tetapi harus berinteraksi sehingga kelelahan di perjalanan dan di sekolah tidak terasa," ujar salah seorang pembantu pengemudi bus sekolah, Nuryati, 30, beberapa waktu lalu. Salah satu kendala yang masih dihadapi ialah ketepatan waktu kedatangan bus. Bus kadang terlambat tiba di tempat tujuan karena dihadang kemacetan lalu lintas, terutama pada operasional bus sif 1 pukul 05.00-06.30. "Memang terkadang kalau lalu lintas macet, bus datang agak sedikit telat jemputnya sebab sangat tergantung kondisi lalu lintas," ujar Nuryati.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya