Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
BUS berwarna kuning bertuliskan 'Bus Sekolah' melintas di Jalan Raya Bogor, Kramat Jati, Jakarta Timur, ke arah Cililitan. Di salah satu halte, bus berukuran sedang yang tidak terlalu penuh penumpang itu berhenti untuk menaikkan beberapa murid SD dan SMA. Di dalam bus, selain ada pengemudi juga terdapat satu awak lain, yakni pembantu pengemudi. Kehadiran bus sekolah di Ibu Kota bukan baru. Sejak puluhan tahun lalu Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah mengoperasikan bus berwarna kuning tersebut.
Namun, kehadiran transportasi itu di Jakarta bukan lagi sekadar armada untuk mengantar dan menjemput murid sekolah. Diharapkan, sarana itu menjadi tempat untuk mendapatkan wawasan baru bagi para penumpangnya. Oleh karena itu, awak bus gratis tersebut juga harus mampu berinteraksi dengan pelajar, sekaligus mengedukasi mereka. Atas kebutuhan itu, Unit Pengelola (UP) Angkutan Bus Sekolah Dinas Perhubungan dan Transportasi (Dishubtrans) DKI Jakarta kini tengah merekrut pengemudi dan pembantu pengemudi baru.
"(Awak bus sekolah) ini berbeda dengan yang lain. Mereka harus punya sisi edukasi, ilmu pengetahuan. Bukan sekadar antar jemput. Kalau tidak punya kemampuan itu, lalu apa bedanya sama (bus) metromini dan angkutan umum lainnya," kata tim panitia seleksi dari UP Angkutan Bus Sekolah Dishubtrans Ali Murtadho, beberapa waktu lalu. Menurutnya, bus sekolah akan dijadikan wahana belajar baru untuk pelajar yang tengah menumpang alat transportasi itu, antara lain komunikasi dalam bus akan menggunakan bahasa Inggris yang dipandu pembantu pengemudi.
Inovasi lain yang tengah digodok, di dalam bus sekolah terdapat layar monitor yang menampilkan cara menghitung cepat. "Jadi para pelajar yang ada di dalam bus sekolah bisa menikmatinya, bisa belajar cara hitung cepat lewat monitor," ujarnya. Untuk memperoleh sumber daya manusia (SDM) yang dibutuhkan, kata Ali, tahapan seleksi dalam penerimaan awak baru bus sekolah harus ketat. Apalagi, kehadiran bus sekolah selama ini dinilai efektif untuk para pelajar dan jumlah penggunanya terus meningkat. Ia menyebutkan, jumlah pelajar yang menggunakan bus sekolah saat ini berkisar 32 ribu hingga 35 ribu per hari.
Beroperasinya bus khusus tersebut, ujarnya, juga mengurangi kasus tawuran antarpelajar. Selain awak baru bus, UP Angkutan Bus Sekolah Dishubtrans DKI juga merekrut petugas lapangan dan tenaga mekanik. Ali menjelaskan, dari 804 orang yang melamar pada November lalu, 57 di antaranya berpendidikan sarjana atau S-1. Dari total jumlah pelamar, instansinya hanya menerima 302 orang yang disaring melalui beberapa tahapan seleksi, termasuk kemampuan berbahasa Inggris. "Kami mencari kualitas. Penyaringan dilihat dari kualitas mereka."
Menurut Ali, untuk mendapatkan tenaga bus sekolah, pihaknya juga membuka jalur penerimaan untuk penyandang disabilitas. Mereka yang terbaik di panti sosial langsung bisa diterima tanpa melalui tes. Awak bus sekolah yang lolos seleksi selanjutnya diangkat menjadi tenaga kontrak dengan honor sesuai upah minimum provinsi (UMP) DKI, yakni Rp3,3 juta per bulan.
Armada 140 unit
Andrianto, 20, salah seorang pelamar, mengaku memilih posisi pembantu pengemudi karena senang berinteraksi dengan pelajar. Ia pun sepakat bahwa tenaga bus sekolah harus dibedakan dengan awak angkutan umum lain. "Karena (bus sekolah) bukan sekadar tim antar jemput sehingga harus dibedakan. Ini yang dibawa (penumpang) aset bangsa," ujarnya. Saat ini bus sekolah di Ibu Kota melayani 30 rute yang tersebar di lima wilayah. Bus beroperasi dalam tiga sif. Sif 1 pukul 05.00-06.30, sif 2 pukul 11.00-14.00, dan sif 3 pukul 14.30 hingga 18.30. Kepala Unit Pelayanan Angkutan Sekolah Dishubtrans DKI Mohammad Insaf mengatakan ada 140 bus sekolah yang melayani 30 rute. (J-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved