Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
KURANG dari dua pekan menjelang peresmian Terminal Terpadu Pulogebang oleh Presiden Joko Widodo pada 20 Desember nanti, terminal terbesar di Asia Tenggara itu hingga kemarin masih sepi dari penumpang dan bus.
Instruksi Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi agar aktivitas di Terminal Pulo Gadung dihentikan mulai kemarin pun dianggap sepi karena perusahaan-perusahaan otobus (PO) lebih memilih terminal itu sebagai tempat mencari penumpang.
"Saya memang sudah mendengar rencana penutupan itu, tapi sampai sekarang saya belum menerima instruksi untuk menutup secara resmi Terminal Pulo Gadung. Kalau sudah ada instruksi, tentu kami jalankan," ujar Kepala Unit Pengelola Terminal Pulo Gadung Joni Budhi, kemarin.
"Saya kemarin diundang Kementerian Perhubungan malah untuk membahas persiapan lonjakan penumpang saat liburan Natal dan Tahun Baru, bukan soal penutupan terminal," imbuhnya.
Minggu (4/12) lalu, Menteri Perhubungan Budi Karya telah memerintahkan Dirjen Perhubungan Darat untuk menutup total aktivitas Terminal Pulo Gadung seiring dengan bakal dioperasikannya Terminal Pulogebang mulai 20 Desember.
"Terminal Pulo Gadung yang kini jadi terminal bayangan, itu harus ditutup. Saya sudah minta Dirjen Perhubungan Darat agar itu (Terminal Pulo Gadung) ditutup dalam tiga hari ke depan. Jadi, Kamis (8/12) sudah tidak ada," kata Budi kala itu.
Asal-asalan
Namun, hingga kemarin, aktivitas Terminal Pulo Gadung masih berjalan normal.
Penumpang yang hendak bepergian ke luar kota masih dilayani 25 PO yang beroperasi di sana.
Jamran, 39, salah seorang petugas PO di Terminal Pulo Gadung, mengatakan maju-mundurnya rencana penutupan terminal itu menunjukkan ketidakmatangan pemerintah dalam membuat rencana.
Dalam pandangannya, rencana pengoperasian Terminal Pulogebang disusun asal-asalan oleh pemerintah.
Dengan gampang ia menunjuk keberadaan puluhan terminal bayangan yang masih dibiarkan beroperasi.
Belum lagi sarana dan prasarana terminal Pulogebang yang banyak belum siap.
"Ngapain pindah ke Pulogebang, masih banyak fasilitas yang belum jadi di sana. Jalan akses ke terminal jauh dan sempit. Penumpang juga masih banyak yang pilih ke terminal bayangan, enggak ada yang mau ke Pulogebang," ujar Jamran.
Benar saja apa yang dikatakan Jamran.
Sejak pukul 10.00 hingga 14.00 WIB kemarin, ruang tunggu penumpang Terminal Pulogebang hanya diisi 30 penumpang.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved