Tetap Memikat Sepanjang Abad

Budi Ernanto/J-4
09/12/2016 04:51
Tetap Memikat Sepanjang Abad
(MI/Budi Ernanto)

'MEREKA lakukan bermacam kegiatan di sini, di pulau yang sibuk ini. Onrust, yang tidak kenal henti. Lalu ia tinggalkan, tinggal reruntuhan. Menyibukkan para peneliti, menyulitkan rekonstruksi, tapi tidak akan pernah menyurutkan semangat edukasi. Karena sepotong bata merah adalah sepenggal sejarah'.

Kalimat-kalimat tersebut tertulis di dinding bangunan museum di Pulau Onrust, Kepulauan Seribu.

Museum itu dulunya rumah sakit.

Di abad ke-16, ketika Belanda menjadikan Pulau Onrust sebagai lokasi kapal-kapal mereka berlabuh, rumah sakit itu menjadi salah satu fasilitas umum yang ada.

Bangunan tua itu mampu bertahan selama ratusan tahun lamanya. Ledakan Gunung Krakatau pada abad ke-18 pun tidak membuat bangunan uzur itu lantas rontok.

Masadi, salah satu penjaga pulau, mengatakan sejarah Pulau Onrust menjadi daya pikat tersendiri bagi para wisatawan yang datang.

Banyak cerita di dalamnya yang menarik untuk didengar, termasuk saat pulau itu dijadikan pusat karantina jemaah haji pada 1930.

"Dulunya penjara yang dibangun Belanda ini ialah tempat karantina para jemaah yang pulang dari Tanah Suci. Tapi, mereka dikarantina bukan karena penyakit, melainkan karena Belanda tidak mau mereka dianggap menyebarkan semangat antipenjajah," kata Masadi saat ditemui beberapa waktu lalu.

Pulau Onrust kini hanya memiliki luas 7,5 hektare setelah abrasi mengikis daratan yang luas awalnya 12 hektare.

Setelah pulau itu tertimbun oleh bongkahan yang berasal dari ledakan Gunung Krakatau, para arkeolog pelan-pelan menggali tanah untuk memunculkan lagi bangunan-bangunan yang ada.

Menurut Masadi, para wisatawan yang datang ke Pulau Onrust biasanya berkelompok.

Pada akhir pekan, pengunjung bisa mencapai 500 orang per hari.

Di hari biasa, Onrust paling banyak dikunjungi 50 orang.

Sementara itu, Kepala Biro Perekonomian Pemerintah Provinsi DKI Jakarta Sri Haryati mengatakan sarana transportasi yang minim saat ini masih menjadi kendala dalam meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan ke Pulau Onrust.

Karena itu, Pemprov DKI dan PT Transportasi Jakarta (Trans-Jakarta) tengah mengkaji konsep transportasi antarpulau.

Dengan konsep itu, baik warga setempat maupun wisatawan nantinya bisa berkeliling naik kapal dan membayar dengan kartu seperti halnya saat naik bus Trans-Jakarta di Ibu Kota.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya