Siang Pusat Kemacetan Malam Sarat Bau

Dazeninda Vrilla/J-4
16/10/2015 00:00
Siang Pusat Kemacetan Malam Sarat Bau
(DOK DAZENINDA)
MALAM mulai larut ketika belasan tukang sampah menarik gerobak masing-masing dan kemudian membariskannya menunggu giliran pemindahan sampah.

Setelah gerobak berbaris, mereka bergotong royong memindahkan sampah dari gerobak pertama hingga terakhir.

Perbedaan tinggi yang cukup jauh antara gerobak dan truk membuat proses pemindahan cukup sulit.

Proses itu memerlukan dua orang di bawah truk untuk menyerahkan sampah dari dalam gerobak ke atas truk.

Dua orang lagi berada di atas truk untuk menerima sampah dari bawah dan kemudian memadatkannya.

Proses pemindahan sampah itu dapat berlangsung 4-5 jam.

Rutinitas itu terjadi di tepi Jalan Kasablanka, tepatnya di seberang Lotte Shopping Avenue, Jakarta Selatan, yang sehari-hari akrab dengan kemacetan parah.

Hendi, sopir truk pengangkut sampah, mengatakan bahwa setelah sampah dari seluruh gerobak dimuat ke truk, sampah dibawa ke TPU Bantar Gebang, Bekasi.

Pengantaran sampah biasanya dilakukan sekitar pukul 02.00 hingga pukul 04.00.

Di lain pihak, Rosyidi, salah seorang tukang sampah senior, mengungkapkan pemindahan sampah harus dilakukan di tepi jalan lantaran di kawasan itu tidak terdapat tempat penampungan sementara (TPS).

Ia menuturkan dulunya proses itu tidak dilakukan di pinggir Jalan Kasablanka, tapi di Jalan HR Rasuna Said.

Namun, karena diprotes Kedubes Australia, mereka terpaksa memindahkan lokasi pemindahan ke tempat yang sekarang.

Tak disangka, rutinitas pemindahan sampah di Jalan Kasablanka itu sudah berlangsung kurang lebih 15 tahun.

Mereka juga mengungkapkan kegiatan itu dilakukan di bawah pengawasan dan tanggung jawab Dinas Kebersihan DKI Jakarta.

Jika pengguna jalan raya tidak mengeluhkan rutinitas itu, pengguna bahu jalan justru memprotesnya karena bau sampah yang sangat menyengat.

Para pengguna bahu jalan berharap pemerintah DKI Jakarta dapat memberikan solusi yang lebih baik dalam penanganan sampah di wilayah Kuningan.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya