Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
WONDO dan beberapa pekerja lainnya menggali dengan hati-hati.
Pengerjaan saluran air atau drainase sepanjang 300 meter di Jalan Arafuru, Jakarta Timur, itu tidak bisa dilakukan serbacepat.
Pagar yang berada persis di samping saluran bisa ambruk kalau menggali dengan ceroboh.
Mereka harus berhenti menggali setiap 5 meter dan kemudian menempatkan gorong-gorong.
Setelah rampung, baru penggalian dilanjutkan kembali.
Wondo dan rekan-rekannya itu tengah mengerjakan pembuatan drainase sebagai bagian dari proyek normalisasi dan pembangunan 23 saluran untuk mengatasi genangan di Jakarta Timur.
Pengerjaan drainase itu meleset dari target.
Proses pembuatan saluran hingga saat ini masih berlangsung, melewati target dari Suku Dinas Tata Air Jakarta Timur yang menyatakan pengerjaannya harus selesai pada 27 November, kemarin.
"Di Jalan Arafuru tidak ada drainase di pinggir jalan, tetapi di tengah atau di bawah pembatas jalan. Karena itu, salurannya harus dibikin sendiri karena pabrikan tidak ada yang punya panjangnya sampai 2 meter," kata Wondo.
Kepala Seksi Pembangunan dan Peningkatan Sistem Pengendali Banjir Suku Dinas Tata Air Jakarta Timur Achmad Daeroby mengatakan saat ini pengerjaan drainase masih terkendala relokasi kabel dan pipa air.
Karena itu, penyelesaian pengerjaan proyek senilai Rp59 miliar itu meleset dari target.
"Sebenarnya 27 November itu adalah batas kontrak para pengembang. Dari 23 titik itu, ada yang pengerjaannya selesai tepat waktu. Bagi yang belum, kontrak pengembang diperpanjang," jelas Achmad.
Ia menambahkan, hingga awal Desember ini, sudah ada dua drainase baru yang selesai dikerjakan.
Drainase itu berada di RW 004 Kelurahan Kayu Putih dan Jalan Mayang, Kelurahan Pondok Kelapa.
Ia optimistis pengerjaan di 21 lokasi lainnya rampung sebelum berganti tahun.
"Untuk lokasi lain yang belum rampung, umumnya terkendala karena adanya pipa air, kabel, dan tiang PLN serta akar pohon, terutama terjadi di Jalan Otto Iskandardinata dan Jalan Jatinegara Barat, utilitas menumpuk semua di pinggir dua jalan itu," terang Achmad.
Sementara itu, Kepala Suku Dinas Tata Air Jakarta Timur Yazied Bustomo mengatakan pihaknya juga menyiapkan 295 petugas untuk mengantisipasi genangan dan banjir.
Sebanyak 150 orang di antaranya masuk ke satuan tugas (satgas) dan 96 lainnya merupakan penjaga 20 pintu air dan 12 rumah pompa.
Jika terjadi hujan deras, satgas melakukan patroli ke daerah titik rawan genangan.
Jika menemukan genangan, satgas harus bergerak cepat mencari tahu penyebabnya dan mencari solusi agar genangan tidak berkelanjutan.
"Apalagi belakangan ini intensitas hujan cukup tinggi," kata Yazied.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved