Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
FRAKSI Partai Golkar DPRD DKI Jakarta menyoroti alokasi anggaran pendidikan dalam RAPBD 2026 yang mencapai Rp21,48 triliun atau hampir 25% dari total belanja daerah.
Kendati sudah melampaui kewajiban 20% sesuai amanat konstitusi, Golkar menilai hal terpenting adalah memastikan anggaran sebesar itu benar-benar meningkatkan kualitas pendidikan warga Jakarta.
“Pendidikan adalah kunci masa depan Jakarta. Pertanyaan besarnya, apakah anggaran besar ini sudah menjawab persoalan pemerataan dan kualitas?” ujar anggota Fraksi Partai Golkar DPRD DKI Jakarta, Sardy Wahab Sadri, saat menyampaikan pandangan umum fraksi dalam rapat paripurna pembahasan RAPBD 2026 di Gedung DPRD DKI Jakarta dikutip Selasa (9/9).
Sardy menyebut, program Kartu Jakarta Pintar (KJP) Plus dan Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU) memang terbukti membantu. Tahun lalu, lebih dari 800 ribu siswa dan 20 ribu mahasiswa menjadi penerima manfaat.
Banyak anak yang tadinya terancam putus sekolah akhirnya bisa melanjutkan pendidikan. Namun, ia mengingatkan masih ada sejumlah persoalan yang harus dibenahi.
“Ketepatan sasaran masih dipertanyakan. Ada laporan penerima KJP yang sebenarnya berasal dari keluarga cukup mampu. Pemanfaatan dana juga kadang tidak sesuai kebutuhan pendidikan, bahkan untuk konsumsi non-edukatif. Di sisi lain, sekolah swasta kecil dan menengah yang banyak menampung anak keluarga sederhana belum mendapat subsidi memadai,” jelasnya.
Fraksi Golkar berpandangan, keberlanjutan KJP Plus dan KJMU tetap penting, tetapi kualitas program perlu ditingkatkan melalui empat langkah.
Pertama, penyempurnaan basis data penerima manfaat dengan integrasi Dukcapil, DTKS, dan data pendidikan agar penerima benar-benar tepat sasaran.
Kedua, pemberian subsidi operasional kepada sekolah swasta kecil-menengah yang melayani masyarakat berpenghasilan rendah.
Ketiga, dukungan digitalisasi pendidikan dengan memperluas pemanfaatan dana KJP/KJMU untuk membeli perangkat digital dan akses internet. Keempat, peningkatan mutu guru karena kualitas pendidikan tidak cukup hanya ditopang bantuan siswa, tetapi juga pengajar yang profesional.
“Golkar berpandangan, APBD harus memastikan pendidikan di Jakarta tidak hanya gratis atau terjangkau, tetapi juga merata dan berkualitas. Ini investasi masa depan Jakarta,” tegas Sardy. (Far/P-3)
Asbanda mendorong BPD untuk melakukan transformasi peran secara fundamental, dari sekadar pengelola dana pemerintah daerah menjadi orkestrator aliran dana daerah.
Beban belanja pegawai pada APBD yang bertambah besar itu, lanjutnya, semakin menekan keuangan daerah pada 2025 dan 2026.
Menurut Prabowo, masih banyak kebutuhan dasar masyarakat yang belum terpenuhi, seperti pembangunan jembatan desa.
Pemprov Kalsel saat ini sedang menyusun sistem pengelolaan CSR terintegrasi melalui sebuah aplikasi digital
Kasus guru honorer SDN Brabe 1, Mohammad Hisabul Huda, dihentikan melalui restorative justice setelah mengembalikan Rp118 juta.
Pemkab Bandung mengajukan permohonan kepada Kemendikdasmen agar dana BOSP dapat dipakai untuk membayar gaji 4.360 guru dan tenaga kependidikan paruh waktu.
Mendikdasmen menegaskan komitmennya dalam menjaga pelaksanaan TKA agar tetap kredibel, transparan, dan berintegritas di seluruh wilayah Indonesia.
WIC Jakarta sukses gelar Konferensi Biennial WCI ke-17. Fokus pada pemberdayaan perempuan, pendidikan, dan pelestarian warisan budaya di era transformasi.
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) untuk mengatasi kendala tersebut agar tidak terjadi di tahun berikutnya.
Dalam konteks ini, pendidikan vokasi seharusnya menjadi solusi strategis. Namun untuk memahami bagaimana seharusnya vokasi berfungsi, kita perlu melihat praktik terbaik global.
PRESIDEN Prabowo Subianto menyatakan komitmennya melakukan perbaikan besar-besaran sektor pendidikan, mulai dari renovasi fisik sekolah hingga penguatan kualitas pembelajaran.
President University mengukuhkan tiga Guru Besar baru: Prof. Anton Wachidin, Prof. Erwin Sitompul, dan Prof. Jhanghiz Syahrivar untuk perkuat riset nasional.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved