ADA yang menarik dalam pelaksanaan car free day (CFD) di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat, kemarin pagi.
Puluhan manusia yang sudah menjadi zombie bangkit dan mencari manusia lain untuk dijadikan zombie.
Wajah mereka dipenuhi darah dan kulit wajah yang mengelupas tak beraturan.
Layaknya dalam adegan film seri Walking Dead yang diputar di televisi berbayar, kaki dan tangan mereka berjalan kaku seperti robot.
Wajah mereka terlihat menyeramkan tanpa bicara.
Tak satu pun kata terucap dari wajah mereka selain ingin memangsa manusia.
Saat peserta CFD melihat mereka berjalan dan sibuk mengabadikan gambar mereka, salah satu zombie diam-diam mengagetkan pengunjung.
Sontak pengunjung CFD yang hendak ber-selfie pun nyaris membuang ponselnya.
Saat seseorang pengunjung bertanya pada salah satu zombie, si zombie hanya mengarahkan tangannya pada seseorang yang merupakan juru bicara komunitas ini.
Zombie-zombie yang rata-rata masih berstatus mahasiswa ini datang ke CFD untuk memberikan peringatan terhadap para pengunjung CFD.
Sebab pada 19 Oktober nanti, akan lebih banyak lagi zombie yang datang mengepung kawasan Jakarta.
"Pokoknya tidak ada lagi tempat yang aman di Jakarta. Hanya Ancol kawasan paling aman saat zombie-zombie ini datang," ujar Ketua komunitas Indonesia Muda Rood Runner, Gatot Sudarsono, yang menyelenggarakan event ini.
Dia menerangkan, pada 19 Oktober nanti akan ada Festival Zombie pertama kali yang ada di Indonesia.
Festival tersebut juga telah mendapatkan lisensi dari salah satu komunitas zombie Amerika yang lebih dulu mengadakan kegiatan tersebut.
Untuk ikut kegiatan ini, para zombie hanya dikenai biaya Rp250 ribu.
"Biaya tersebut sudah termasuk kaus, makan siang, dan sertifikat," terangnya.
Meskipun masih belum ada para pengunjung yang sudah tertular virus zombie untuk mendaftar.
Namun, menurutnya, ekspektasi masyarakat terhadap festival ini sangat besar.
Sebagai penyelenggara acara pihaknya pun tak tangung-tangung, Gatot melatih puluhan zombie denggan bantuan instruktur agar bisa berjalan dan bersikap seperti zombie yang asli.
"Mereka dilatih seperti itu, berjalan kaku tidak bicara. Bahkan hanya saya satu-satunya zombie yang bicara. Nanti, jadi konsepnya para zombie yang datang akan menyerang manusia. Manusia berlarian menyelamatkan diri," tandasnya.
Polisi lalu lintas pun memanfaatkan para zombie ini untuk mengampanyekan keselamatan berlalu lintas.
"Ini contoh korban kecelakaan lalu lintas. Yang ini tidak pakai helm. Yang ini naik motor tiga orang," kata seorang polwan yang menunjuk beberapa zombie dengan riasan penuh luka dan darah.
"Taatilah peraturan saat berkendara. Pakai helm sampai bunyi klik. Jangan lawan arah. Jangan ngebut, utamakan keselamatan berlalu lintas," lanjut polwan itu.
Namun, para zombie itu pun tidak memedulikan tuduhan polwan itu.
Mereka bergabung dengan peserta CFD lain untuk berjoget bersama.