Sejumlah Situ di Tangsel Dikeruk

Deni Aryanto
12/10/2015 00:00
Sejumlah Situ di Tangsel Dikeruk
(MI/SUSANTO)
TIGA dari sembilan situ yang ada di Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Provinsi Banten, dikeruk karena mengalami pendangkalan akibat sedimentasi. Ketiga situ tersebut ialah Situ Pondok Jagung, Sasak, dan Tujuh Muara. Revitalisasi situ lainnya menyusul. Kepala Bidang Sumber Daya Air Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kota Tangsel Ade Suprizal mengatakan, selain mengeruk sedimentasi lumpur di tiga situ, pihaknya juga akan mengembalian fungsi 18 hektare lahan Situ Sasak yang sempat dialihfungsikan oleh warga sekitar untuk area bisnis pemancingan dan budi daya ikan.

"Penertiban di Situ Sasak berjalan lancar, tidak ada kericuhan. Lahan situ yang sempat menyusut tinggal 7,1 hektare kini berfungsi normal kembali. Begitu juga di Situ Pondok Jagung, ada potensi lahan seluas sekitar 7 hektare yang kembali," katanya, pekan lalu. Sementara itu, ujarnya, pengerukan Situ Tujuh Muara dilakukan pada areal seluas 1 hektare lebih untuk penataan aliran air guna mencegah banjir di permukiman warga sekitar saat musim hujan. Berdasarkan pembahasan dengan Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BBWSCC) Direktorat Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum, kata Ade, tahun ini revitalisasi juga akan dilakukan di Situ Parigi, Rompong, dan Bungur.

BBWSCC merupakan pemegang otoritas kelangsungan situ-situ di Tangsel, "Situ Parigi dan Rompong akan dikeruk, sedangkan Situ Bungur bagian sisi-sisi jalan dan tamannya akan ditata. (Revitalisasai) Situ Kuru juga akan dilakukan tahun ini kalau memang memungkinkan," ujarnya. Dampak kemarau tidak terlalu signifikan terhadap kondisi sembilan situ di kota tersebut. Berdasarkan pengamatan di lapangan, kecuali Situ Kayu Antap yang masih berproses di pengadilan terkait sengketa status kepemilikan lahan antara warga dan pemerintah pusat, kondisi air di delapan situ lainnya masih normal. Situ-situ tersebut ialah Tujuh Muara, Sasak, Gintung, Parigi, Pondok Jagung, Rompong, Kuru, dan Situ Bungur. Kedelapan situ tidak terlihat kekeringan seperti yang terjadi pada beberapa situ di sejumlah daerah setiap kali musim kemarau seperti sekarang.

Pengendali banjir
Kepala Bidang Bina Manfaat DBMSDA Kota Tangsel Aji Awan menjelaskan seluruh situ berfungsi sebagai pengendali banjir. Oleh karena itu, inlet atau saluran masuk air ke situ berasal dari saluran pembuangan perkotaan. "Jadi musim kemarau tidak begitu berpengaruh terhadap situ-situ di Kota Tangsel. Dahulu fungsinya memang untuk irigasi. Tapi berdasarkan perkembangan perkotaan, sekarang menjadi pengendali banjir," terangnya. Karena berfungsi sebagai pengendali banjir, ujarnya, persoalan yang terjadi ialah pendangkalan yang dipicu oleh sedimentasi dari lumpur.

"Kadang terlihatnya saja dangkal, tapi jika lumpurnya dikeruk, baru terlihat banyak airnya. Itu seperti yang terjadi di Situ Pondok Jagung yang seluruhnya sempat tertutup lumpur dan tanaman liar. Tapi sekarang sudah kembali berfungsi normal setelah dikeruk," ujar Awan. Setiap situ yang ada di Kota Tangsel memiliki kedalaman bervariasi berdasarkan kondisi cekungan yang membentuk situ. "Karena bukan situ buat-an, kedalamannya mengikuti cekungan tanah. Semakin besar cekungan, berarti airnya makin tinggi," katanya. Menurutnya, Situ Parigi dan Kuru dalam waktu dekat sudah perlu dikeruk karena endapan lumpur di kedua situ tersebut sudah tinggi. 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya