Jenazah Besly masih Terkatung-katung di Tengah Laut

Gana Buana
09/10/2015 00:00
Jenazah Besly masih Terkatung-katung di Tengah Laut
(Ilustrasi--AFP)
SELASA (6/10) pukul 09.30 WIB, Turutan Nababan masih berada di rumah temannya, saat menerima telepon dari seorang pria yang mengaku dari penyalur tenaga kerja PT Shafar Abadi Indonesia (SAI). Pria itu mengabarkan bahwa tenaga kerja Indonesia bernama Posma Besly Nababan,20, telah meninggal dunia karena sakit pada Jumat (2/10) di kapal.

Bagai disambar petir, Turutan yang merupakan paman Besly nyaris pingsan. Siang harinya, tiga karyawan bagian sumber daya manusia (SDM) PT SAI datang ke rumah untuk menjelaskan penyebab kematian Besly. Namun, pihak perusahaan mengakui belum tahu persis, karena belum menerima keterangan resmi dari agensi di Taiwan yang menyalurkan Besly bekerja di kapal penangkap cumi.

"Kami tidak langsung memberi tahu keluarga, karena pada Sabtu itu baru mendengar katanya katanya. Namun, kami langsung mengirim e-mail. Mungkin karena libur, baru Selasa dijawab lewat e-mail. Setelah mendapat kepastian secara tertulis, barulah kami beri tahu keluarga," ujar Arif dari PT SAI, Rabu (7/10), di Jakarta. Keesokan harinya, pihak keluarga pun mendatangi kantor PT SAI di sebuah ruko di Perum Bumi Satria Kencana, Bekasi.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada kepastian kapan jenazah Besly dikembalikan. Menurut PT SAI, Besly mengeluh sakit pada mandor kapal pada 15 September lalu, lantaran kakinya bengkak dan tak kuat menahan sakit.

Oleh kapten kapal, korban diberi obat pengurang rasa sakit yang diminum 3 kali 1 tablet sehari. Karena penyakit Besly tak kunjung membaik, akhirnya pada 27 September, kapten kapal menitipkan Besly di kapal lain, yakni kapal Jen Yu untuk dibawa ke daratan. "Katanya kapal itu akan menepi lebih cepat di pantai Taiwan," ujar Ricki, sepupu korban.

Namun, belum sempat mendarat, pada 2 Oktober, Besly telah diketahui meninggal dunia. Sampai saat ini, keberadaan jenazah Besly masih belum diketahui. Kabarnya, jenazah Besly masih terkatung-katung di tengah laut Jepang. Kapal tersebut dikabarkan baru akan merapat di pantai Taiwan pada 18 Oktober mendatang.

Besly diberangkatkan untuk kontrak kerja selama 24 bulan pada 28 April 2015. Kemudian ia dipekerjakan sebagai awak kapal pada kapal Jen Nan milik Taiwan. Saat dimintai konfirmasi melalui surat, Syang He Company tidak bisa memastikan kapan jenazah dipulangkan dengan alasan hukum di Taiwan berbeda dengan Indonesia.

Saat dihubungi, Kepala Bidang Penempatan Kerja Dinas Ketenagakerjaan Kota Bekasi Sajekti Rubiah menyampaikan pihak keluarga korban harus membuat laporan ke disnaker. "Kalau mereka tidak buat laporan, kita tidak bisa cek langsung ke lapangan, makanya buat laporan dulu ke kantor disnaker," ujar Sajekti.(X-8)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya