Melihat Bor Antareja Menembus Perut Jakarta

Anshar Dwi Wibowo/X-7
09/10/2015 00:00
Melihat Bor Antareja Menembus Perut Jakarta
(ANTARA/YUDHI MAHATMA)
SEOLAH bisa menunda sebentar kunjungan ke daerah yang terkena bencana asap, Presiden Joko Widodo menyempatkan diri menengok proyek moda raya terpadu (MRT) di bilangan Senayan, Jakarta Selatan.

Ia ingin melihat bor raksasa yang dinamai dengan nama tokoh wayang yang memiliki keahlian menembus bumi, Antareja, bekerja menembus perut Jakarta.

Sekitar pukul 09.00 WIB, mantan Gubernur DKI Jakarta ini tiba di lokasi mengenakan pakaian putih dikombinasikan celana hitam.

Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, tiba terlebih dahulu.

Setibanya di lokasi, Jokowi bersama Ahok dan Direktur Utama PT MRT Jakarta Dono Boestami langsung menuju terowongan, lengkap dengan rompi dan helm pelindung.

Sekitar 15 menit berada di dalam perut Jakarta, Presiden keluar untuk melihat perkembangan proyek lainnya.

Salah satunya memperhatikan aktivitas pembuangan sisa tanah hasil pengeboran.

"Dulu kan baru ditata tunnel boring-nya, sekarang kita ingin melihat pekerjaan tunnel boring ini sehari bisa dapat berapa. Sistem penyemenan tunnel di dalam seperti apa," ujar Jokowi di lokasi proyek MRT, Jakarta, kemarin.

Dengan air muka semringah, Presiden mengatakan pembangunan MRT yang direncanakan selesai akhir 2017 atau awal 2018 merupakan peradaban baru transportasi massal di bawah tanah.

Oleh karena itu, ia meminta proyek ini dikawal agar berjalan lancar, termasuk regulasi yang mengatur mengenai tata ruang bawah tanah.

"Ini sejarah, oleh sebab itu harus dilihat betul dan saya senang termasuk regulasi-regulasi ini semuanya baru karena memang ruang bawah tanah seperti apa," katanya.

Jokowi menambahkan proyek MRT menambah pengalaman dan pengetahuan tenaga ahli Tanah Air dalam proyek terowongan.

Proyek yang digarap bersama Japan International Cooperation Agency (JICA) menawarkan transfer ilmu pengetahuan dan teknologi.

Sejak diresmikan, pembangunan terowongan dilaporkan sudah mencapai 12 meter.

Per hari, dengan mesin bor Antareja PT MRT bisa mengerjakan terowongan sepanjang 8 meter. Mesin berteknologi earth pressure balance (EPB) pertama di Indonesia ini diproduksi perusahaan Jepang bernama Japan Tunnel Systems Corporation (JTSC).

Proyek MRT Jakarta yang berbasis rel rencananya akan membentang sekitar 110,8 km.

Terdiri dari koridor selatan-utara (Lebak Bulus-Kampung Bandan) 23,8 km dan koridor timur-barat 87 km.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya