Ladyjek Tawari Perempuan Keamanan

Akmal Fauzi
09/10/2015 00:00
Ladyjek Tawari Perempuan Keamanan
(MI/Arya Manggala)
PEREMPUAN masih rentan saat menggunakan transportasi umum. Kasus pelecehan, penculikan, dan perampokan yang sering terjadi membuat sebagian perempuan penumpang transportasi umum kehilangan rasa aman dan kenyaman. Atas dasar itulah, kemarin, diluncurkan ojek berbasis aplikasi dengan pengemudi perempuan dan penumpangnnya pun khusus perempuan. Kehadiran Ladyjek diharapkan membuat penumpang dan pengemudi sama-sama aman dan nyaman. "Ini solusi bagi perempuan yang ingin naik ojek dengan praktis, aman, dan nyaman. Sesuai moto kami, ojek wanita untuk wanita," kata CEO Ladyjek Brian Mulyadi.

Ia mengatakan ojek berbasis aplikasi lain mengoperasikan layanan untuk semua kalangan, sehingga baik pengemudi maupun penumpang bervariasi. Padahal, ujarnya, banyak penumpang perempuan yang sebenarnya tidak merasa nyaman bila berboncengan dengan pengemudi laki-laki. "Layanan ojek daring mencakup banyak orang dan market yang luas. Namun, kebutuhan perempuan tidak dipikirkan matang. Mereka juga butuh kenyamanan," ucapnya. Untuk keamanan penumpang dan pengemudi, kata pemuda yang baru berusia 22 tahun itu, pihaknya telah menyiapkan berbagai hal dengan matang.

Ia menuturkan Ladyjek dilengkapi dengan fitur Ladyjek shield, yaitu proteksi pada keadaan darurat. Dalam fitur itu, pengemudi dibekali alarm yang akan berbunyi jika alarm yang tertempel di kunci motor dicabut. "Itu kami beri nama panic alarm. Itu proteksi pertama jika ada sesuatu, sehingga saat pengemudi mencabutnya di kunci motornya, akan timbul bunyi 120 desibel. Bunyi itu bisa menarik perhatian orang-orang di sekitar sekaligus meminta bantuan," ujarnya Proteksi kedua ialah dispatch team yang ada di aplikasi pengemudi. Bila terjadi sesuatu, pengemudi tinggal menekan alert button yang ada pada aplikasi.

Fitur itu secara otomatis akan memberitahu lokasi pengemudi kepada tim pendukung Ladyjek, sehingga tim Ladyjek yang bersiaga selama 24 jam penuh segera menuju lokasi untuk memberi bantuan. Layanan keamanan lainnya ialah perlindungan asuransi yang diberikan kepada pengemudi dan pengguna jasa ojek khusus perempuan tersebut. Meski demikian, ia mengimbau kepada para pengemudi agar tidak beroperasi hingga larut malam, untuk meminimalisasi tindak kejahatan. Dengan adanya proteksi keamanan, Brian berharap perempuan tidak perlu lagi khawatir untuk menggunakan jasa Ladyjek.

Hanya Jabodetabek
Ia mengklaim sudah ada 700 orang yang terdaftar sebagai pengemudi Ladyjek. Untuk sementara, wilayah operasi ojek dengan pengemudi berseragam warna hitam dan magenta tersebut baru di Jabodetabek. Head of Community Relation Ladyjek Sylvira Ananda menambahkan cara pembayaran bisa dilakukan penumpang secara tunai dan nontunai. Pembayaran nontunai dapat dilakukan pengguna dengan membayar melalui XL Tunai dari XL dan E-Cash Mandiri dari Bank Mandiri.
Tarif yang dipatok Ladyjek sebesar Rp25 ribu untuk 6 km pertama dan Rp4.000 untuk setiap 1 km berikutnya.

"Pembagian (hasil) itu 85% untuk pengemudi dan 15% untuk Ladyjek," jelasnya. Namun, selama masa promosi hingga akhir Oktober ini, Ladyjek memberikan layanan gratis kepada setiap pengguna pada order perdana. Rizka, 22, pengemudi Ladyjek yang baru bergabung seminggu lalu, mengaku senang atas tawaran yang diberikan ojek khusus perempuan itu. Menurutnya, proteksi keamanan yang diberikan membuatnya tidak takut untuk bergabung. Demikian halnya dengan Indriani, 26, pegawai swasta yang biasa menggunakan jasa ojek.

Ia percaya atas tawaran keamanan yang diberikan Ladyjek. Kehadiran Ladyjek ditanggapi santai oleh pengemudi ojek daring yang telah lebih dulu hadir di Ibu Kota. Seperti dikatakan salah seorang pengemudi Grabbike, Suherman, 37, ia tidak khawatir kehadiran ojek-ojek daring lainnya mengurangi penghasilannya. Menurut laki-laki yang baru sebulan menjadi pengemudi di Grabbike, jumlah pengguna transportasi umum di Jakarta sangat banyak, sehingga ia yakin tidak bakal kehilangan penumpang.




Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya