Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH Provinsi DKI Jakarta menargetkan pemberian vaksin human papillomavirus (HPV) kepada 75 ribu siswi SD kelas 5 rampung hingga akhir tahun ini.
Saat ini tinggal 89,9% atau 67.425 siswi yang belum diberi vaksin antikanker serviks tersebut.
"Tahun ini baru untuk siswi kelas 5 SD saja. Tahun depan, seluruh siswi SD kelas 5 dan 6 akan diberi vaksin HPV. Jumlahnya diperkirakan mencapai 150 ribu siswi," terang Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Koesmedi Priharto, di Jakarta, kemarin.
Ia menambahkan program pemberian vaksin HPV kepada siswi SD itu merupakan bagian dari program nasional yang telah dicanangkan Kementerian Kesehatan.
DKI Jakarta menjadi tempat uji coba kelancaran pemberian vaksin tersebut untuk selanjutnya diberikan kepada seluruh siswi di Indonesia.
"Kementerian Kesehatan telah menganggarkan Rp10 miliar sebagai dana vaksinasi itu. Karena yang diimunisasi itu siswi kelas 5 SD, madrasah ibtidaiah, sekolah swasta, termasuk SLB dan panti asuhan, kami juga sedang kejar untuk memvaksin anak perempuan yang tidak sekolah," papar Koesmedi.
Bantah isu
Dalam kesempatan berbeda, Ketua Umum Himpunan Onkologi Ginekologi Indonesia Prof Dr Andrijono Spog (K) membantah isu yang beredar di media sosial terkait dengan efek negatif vaksin HPV.
Ia memastikan pemberian vaksin HPV tersebut tidak akan menyebabkan menopause dini saat dewasa nanti.
"Enggak ada hubungan antara vaksin HPV dan menopause. Efek samping pemberian vaksin HPV ialah bengkak dan rasa sakit di area bekas suntikan. Sebab vaksin ini berasal dari kulit atau cangkang virus HPV sehingga berefek samping ringan," terang Andrijono.
Kanker serviks merupakan kanker pembunuh berbahaya kedua bagi perempuan setelah kanker payudara.
Di Indonesia, terdapat 33 perempuan yang meninggal setiap 1 jam akibat kanker serviks.
Penderita kanker serviks, sambung Andrijono, sekitar 70% baru datang ke rumah sakit pada stadium tiga.
Padahal, dalam jangka waktu 2-3 tahun, pasien dapat meninggal akibat penyakit tersebut.
Pemerintah sendiri berencana menambahkan vaksin baru ke program imunisasi nasional kepada siswi kelas 5 dan 6 SD.
Dari segi pembiayaan juga terbilang murah karena pemberian vaksin kepada anak usia di bawah 13 tahun menggunakan dosis ringan.
Selain itu, manfaat proteksi vaksin yang bisa bertahan selama 15 tahun sejak diberikan akan melindungi perempuan Indonesia di usia rata-rata menikah nanti.
"Pemerintah memutuskan untuk vaksinasi kanker serviks secara nasional dan dicoba pertama kali di DKI Jakarta sebab infrastrukturnya paling siap di antara daerah lain di Indonesia. Tahun depan dikembangkan lagi ke provinsi lain yang angka kejadiannya tinggi," pungkas Koesmedi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved