Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
SUDAH hampir tiga tahun ini Mansur dan Rusli, warga Kepulauan Seribu, tak lagi melaut.
Mereka bersama ratusan nelayan lain yang tersebar di pulau-pulau Kepulauan Seribu sudah meninggalkan profesi yang sudah digeluti beberapa generasi itu.
Sejak digulirkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta pada 2014 silam, program budi daya ikan kerapu langsung menjadi primadona di masyarakat Kepulauan Seribu.
Apalagi kalau bukan karena keuntungannya yang sangat menggiurkan.
"Dulu waktu jadi nelayan, pendapatan rata-rata saya per bulan Rp2 juta. Itu pun harus berada di laut siang-malam. Dengan menjadi petani kerapu, saya bisa dapat Rp5 juta per bulan. Itu minimal loh," ujar Mansur yang membuka budi daya ikan di Pulau Kelapa Dua.
Diakui Mansur, program bantuan yang digulirkan Pemprov DKI Jakarta itu menjadi obat mujarab bagi nelayan Kepulauan Seribu dengan makin menurunnya hasil tangkapan mereka dari tahun ke tahun.
Dengan bantuan modal termasuk benih kerapu dari Pemprov DKI, Mansur kini sudah punya puluhan kolam keramba jaring apung (KJA).
Saat dikunjungi akhir pekan lalu, mayoritas kerambanya bahkan sudah siap panen.
"Kalau panen, kira-kira bisa sampai 1 ton. Kalau melaut, mana bisa dapat segini," terangnya dengan senyum menyeringai.
Ia mengaku terakhir panen pada April lalu.
Saat itu kerambanya menghasilkan 1.400 ekor atau sekitar 700 kilogram ikan kerapu macan.
Kepada pengepul, ia menghargai ikan hasil panennya Rp120 ribu per kilogram.
"Oleh pengepul, ikan kita diekspor ke Tiongkok," imbuhnya.
Mansur mengaku beruntung atas inovasi yang dilakukan Pemprov DKI itu.
Apalagi seluruh kebutuhan budi daya, mulai permodalan hingga pakan ikan, didapatnya dengan mudah dari Pemprov DKI Jakarta.
"Masyarakat tinggal kelola saja. Masyarakat juga diberi pelatihan dari pemerintah. Sebenarnya gampang beternak ikan kerapu. Hasilnya juga lumayan besar," ujarnya.
Keberpihakan pada nelayan juga ditunjukkan lewat skema bagi hasil 80:20, 80% untuk nelayan dan 20% untuk Pemprov DKI.
Muhtar yang juga menjadi koordinator Kelompok Mandiri Pembudi Daya Ikan Kerapu di Pulau Kelapa Dua mengaku panennya nanti merupakan panen kelima ikan kerapu yang dirasakannya.
"Sekarang ikannya sengaja dipijah ukurannya. Jadi penennya bisa jalan terus."
Senada dengan Mansur, Rusli, pembudidaya ikan kerapu di Pulau Harapan, mengatakan dirinya memilih banting setir dengan beternak kerapu guna mengubah perekonomian keluarganya.
"Selama bertahun-tahun, mulai kakek, orangtua, saya sendiri, hingga anak saya menjadi nelayan. Kehidupan kami ya begitu-begitu saja, penghasilan menjadi nelayan hanya cukup buat makan. Tapi sekarang semuanya sudah berubah," ujarnya.
Rusli mengaku tak sulit membudi daya ikan kerapu karena relatif lebih tahan penyakit sehingga potensi gagal panen sangat rendah, di samping belakangan nilai ekonomis ikan tersebut terus naik.
"Di sini sudah pada mulai meninggalkan profesi nelayan. Memelihara ikan kerapu lebih untung. Hampir enggak ada kemungkinan kena rugi. Apalagi modal dikasih pemerintah," ungkapnya.
Pariwisata edukasi
Bupati Kepulauan Seribu Budi Utomo menyambut baik terobosan Pemprov DKI tersebut.
Selain meningkatkan taraf ekonomi masyarakat, budi daya ikan kerapu itu juga akan meningkatkan ketahanan pangan masyarakat.
Tidak kalah pentingnya, juga untuk mendukung sektor kepariwisataan di Kepulauan Seribu. Bentuknya dapat melalui edukasi terkait dengan budi daya kerapu.
"Wisatawan domestik dan mancanegara dapat disuguhi edukasi soal ikan kerapu. Di Pulau Lancang juga sudah dibuat pusat ikan bandeng dan pulau bebas asap kendaraan. Ini mendukung kepariwisataan Kepulauan Seribu," bebernya.
Budi daya kerapu di Kepulauan Seribu, sambungnya, akan dijadikan percontohan dan laboratorium usaha.
Pertumbuhan dan perkembangan ikan lainnya juga akan dilakukan secara berkesinambungan.
"Perkembangan ikan harus terus dievaluasi untuk mengetahui sejauh mana produktivitas dan hasil budi daya. Kita ikut libatkan delapan lulusan mahasiswa perikanan sebagai agen perubahan yang membantu pembudidayaan ikan," ungkapnya.
Pembuatan keramba jaring apung menggunakan bahan rumpon apung berbentuk kotak ataupun bulat.
Di atas rumpon dipasang jaring sintetis yang berguna untuk mengangkat ikan saat panen.
Untuk rumpon kotak, rata-rata memiliki ukuran 3x3 meter dengan kedalaman 3 meter.
Di tiap keramba dipasangi gabus yang berfungsi sebagai pelampung dan pengait antara keramba satu dan lainnya.
Secara keseluruhan, keramba dibangun dengan sistem completely knock down sehingga mudah dipasang dan dibongkar kembali.
(J-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved