Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
MAMAT mengayuh sampan kecilnya sejauh 100 meter ke arah laut dari daratan Pulau Kelapa Dua, Kepulauan Seribu, pekan lalu.
Tujuannya ialah keramba jaring apung (KJA) kerapu yang dikelolanya sejak akhir 2014.
Dengan cekatan Mamat memotong satu bak ikan-ikan selar yang menjadi santapan utama kerapu.
Potongan-potongan selar itu kemudian dilemparkan ke tiap kolam keramba.
Mamat sedang bersiap menanti panen kerapunya pada akhir bulan ini.
Mamat yang merupakan salah satu pembudi daya KJA binaan di Kepulauan Seribu itu mengatakan bantuan keramba dan benih diberikan gratis kepada petani ikan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Selain itu, secara teratur para pembudi daya KJA mendapat bantuan pelet untuk makanan ikan-ikan kerapu.
"Umpan pelet dari pemerintah. Kalau ikan selar kami beli dari nelayan," kata Mamat.
Pakan ikan gratis itu diberikan lewat Suku Dinas Kelautan, Pertanian, dan Ketahanan Pangan (KPKP) Kepulauan Seribu.
Ikan-ikan kerapu diberi makan sekali sehari.
Setiap waktu makan, dibutuhkan sekitar 200 kilogram pakan.
Ikan selar diberikan, kata dia, sebagai tambahan makanan selain pelet yang diberikan pemerintah.
Ikan selar itu dibelinya dengan harga Rp3.000 hingga Rp5.000 per kilogram.
Di samping itu, ia tengah belajar meracik pakan sendiri menggunakan dedak dan ikan giling.
Pakan demikian dinilai lebih tahan lama ketimbang masih dalam bentuk ikan mati.
Selama menjalani budi daya kerapu, kata Mamat, bahaya pencemaran air menjadi persoalan yang paling mengkhawatirkan.
Kepulauan Seribu yang sangat dekat dengan DKI Jakarta membuat ancaman limbah bisa datang sewaktu-waktu, mencemari air dan masuk keramba.
"Keramba kita kan ada di pinggir laut, airnya juga dari situ. Kalau limbah masuk air, otomatis ikan bisa kena penyakit atau malah mati."
Pengalaman demikian pernah dialami pembudi daya KJA Pulau Panggang.
Datangnya limbah menjadi mimpi buruk yang membuat petani ikan di pulau itu merugi.
Semua ikan dalam keramba mati mendadak terpapar oleh limbah.
Dalam menanggapi persoalan tersebut, Kepala Suku Dinas Pekerjaan Umum Tata Air Kabupaten Kepulauan Seribu Mustajab mengatakan, di tiap pulau padat penduduk seperti Pulau Panggang dan Pulau Pramuka, kini telah dibangun pipa jaringan pengolahan dan pembuangan limbah rumah tangga.
"Saluran pembuangan limbah rumah tangga di pulau dengan di darat itu berbeda. Kalau di pulau, semuanya masuk ke jaringan untuk masuk ke pengolahan, jadi tidak mencemari lingkungan," jelasnya.
Ia menambahkan ancaman justru datang dari pencemaran air yang tidak diprediksi sebelumnya.
"Pernah terjadi pencemaran saat sebuah kapal tanker pengangkut minyak terbakar. Sebulan berikutnya tumpukan minyak yang diangkut baru sampai ke Kepulauan Seribu," pungkasnya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved