Daya Saing Industri Ibu Kota Rendah

Budi Ernanto
17/11/2016 19:58
Daya Saing Industri Ibu Kota Rendah
(ANTARA)

MESKI dikenal sebagai pusat perekonomian, ternyata daya saing sektor industri di DKI Jakarta masih kalah jika dibandingkan dengan provinsi lain di Tanah Air. Penilaian itu didasarkan pada data Bank Indonesia Perwakilan DKI Jakarta yang dirilis Kamis (17/11).

Untuk Pulau Jawa, daya saing sektor industri di Jakarta masih berada di bawah angka 1. Sementara provinsi yang berbatasan langsung dengan Jakarta, Jawa Barat dan banten nilainya mencapai angka 2. Kemudian Jawa Tengah 1,75 dan Jawa Timur 1,4.

Menurut Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia DKI Fadjar Marijadi, ada beberapa faktor mengapa sektor industri DKI daya saingnya kalah. Salah satunya karena minimnya lahan yang bisa dijadikan lokasi usaha.

"Rendahnya penggunaan kawasan industri disebabkan harga sewa atau beli tanah terbilang mahal. Kemudian juga biaya energi dan karena banyak usaha yang skalanya masih kecil," terang Fadjar di Jakarta.

Terkait mahalnya harga tanah, ada beberapa industri yang akhirnya membuka usaha di dalam rumah, khususnya usaha skala kecil. Itu sebenarnya tak diperbolehkan karena permukiman tidak bisa dijadikan sebagai tempat usaha.

Kepala Bidang Perindustrian Pemprov DKI Edward Napitupulu membenarkan masalah zonasi menjadi salah satu penyebab rendahnya daya saing sektor industri di Jakarta. Karena itu, Dinas Perindustrian sudah bersurat dengan Dinas Tata Kota dan PTSP.

"Kami meminta ada revisi mengenai Perda 1/2014 tentang Rencana Detail Tata Ruang. Untuk usaha yang masih kecil, kami berharap diperbolehkan buka usaha di rumah asalkan luas bangunan yang dipakai hanya 30% dan lebih dari itu harus masuk ke kawasan industri," kata Edward. (X-12)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Ahmad Punto
Berita Lainnya