Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
MESKI dikenal sebagai pusat perekonomian, ternyata daya saing sektor industri di DKI Jakarta masih kalah jika dibandingkan dengan provinsi lain di Tanah Air. Penilaian itu didasarkan pada data Bank Indonesia Perwakilan DKI Jakarta yang dirilis Kamis (17/11).
Untuk Pulau Jawa, daya saing sektor industri di Jakarta masih berada di bawah angka 1. Sementara provinsi yang berbatasan langsung dengan Jakarta, Jawa Barat dan banten nilainya mencapai angka 2. Kemudian Jawa Tengah 1,75 dan Jawa Timur 1,4.
Menurut Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia DKI Fadjar Marijadi, ada beberapa faktor mengapa sektor industri DKI daya saingnya kalah. Salah satunya karena minimnya lahan yang bisa dijadikan lokasi usaha.
"Rendahnya penggunaan kawasan industri disebabkan harga sewa atau beli tanah terbilang mahal. Kemudian juga biaya energi dan karena banyak usaha yang skalanya masih kecil," terang Fadjar di Jakarta.
Terkait mahalnya harga tanah, ada beberapa industri yang akhirnya membuka usaha di dalam rumah, khususnya usaha skala kecil. Itu sebenarnya tak diperbolehkan karena permukiman tidak bisa dijadikan sebagai tempat usaha.
Kepala Bidang Perindustrian Pemprov DKI Edward Napitupulu membenarkan masalah zonasi menjadi salah satu penyebab rendahnya daya saing sektor industri di Jakarta. Karena itu, Dinas Perindustrian sudah bersurat dengan Dinas Tata Kota dan PTSP.
"Kami meminta ada revisi mengenai Perda 1/2014 tentang Rencana Detail Tata Ruang. Untuk usaha yang masih kecil, kami berharap diperbolehkan buka usaha di rumah asalkan luas bangunan yang dipakai hanya 30% dan lebih dari itu harus masuk ke kawasan industri," kata Edward. (X-12)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved