Ruang Terbuka Oase di Tengah Kerasnya Ibu Kota

Aya/J-1
04/11/2016 04:21
Ruang Terbuka Oase di Tengah Kerasnya Ibu Kota
(MI/Ramdani)

SEMAKIN menyusutnya ruang terbuka di Jakarta diduga menjadi salah satu penyebab warga Ibu Kota kian individualistis.

Anak-anak kehilangan lapangan bermain sehingga mereka lebih memilih mengurung diri di dalam rumah bersama gadget masing-masing.

Begitu pun orang dewasa, ketiadaan ruang terbuka di permukiman membuat mereka hidup sendiri-sendiri dan tak saling kenal dengan tetangga.

Hal itu mendapat perhatian serius dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

"Kalau sudah individualistis begitu, artinya kota itu sudah mati. Tidak ada lagi interaksi antarwarga sebagai penghuni kota. Karakter warganya jadi keras semua. Karena itu, kita sekarang lagi mengebut pengadaan ruang terbuka yang kita sebut ruang publik terpadu ramah anak (RPTRA)," terang Kepala Dinas Perumahan dan Gedung Pemda Provinsi DKI Jakarta, Arifin.

Untuk 2016, dinas perumahan telah menargetkan pembangunan 123 RPTRA.

Namun, hingga awal November ini, baru 11 RPTRA terbangun.

Kecilnya angka realisasi itu, dikatakan Arifin, disebabkan molornya penandatanganan kontrak dengan pengembang.

Target finalnya, Jakarta akan memiliki 306 RPTRA pada 2017.

Konsep RPTRA berbeda dengan pembangunan taman.

RPTRA memiliki berbagai fasilitas sehingga memenuhi 31 indikator kota layak anak yang ditetapkan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PP-PA).

Lokasi RPTRA juga tidak dibangun di lokasi-lokasi strategis. RPTRA justru dibangun di permukiman padat penduduk, terutama permukiman warga miskin.

"Di sini fungsi RPTRA sesungguhnya, menjadi community center bagi masyarakat sekitar. Ada interaksi warga di situ," kata Arifin.

Karena itu, ujarnya, RPTRA dibangun dengan desain holistik.

Satu RPTRA akan memiliki beberapa fasilitas yang dirancang untuk memenuhi seluruh kebutuhan warga.

Misalnya saja, umumnya RPTRA terdiri atas ruang laktasi, perpustakaan, ruang serbaguna, taman bermain untuk anak, dan kios PKK Mart yang menyediakan kebutuhan sembako warga sekitar.

Tak cuma itu, ada pula sarana olahraga untuk warga berupa lapangan voli, futsal, dan lapangan basket.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya