Soni Berkantor di Ruang Ahok dan Djarot

(Yanurisa Ananta/J-4)
01/11/2016 04:40
Soni Berkantor di Ruang Ahok dan Djarot
(ANTARA FOTO/Widodo S. Jusuf)

BENAR saja apa yang dikatakan Gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Pelaksana tugas (plt) Gubernur DKI Sumarsono memang lebih gawat dalam urusan kerja. Seperti kemarin, pria yang akrab disapa Soni itu sudah siaga melayani pengaduan warga di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat sejak pukul 06.30. Padahal, Ahok biasa datang pukul 08.00 di hari-hari biasa. "Pukul 06.30 saya sudah sampai sini (Balai Kota). Kalau anda datang jam 08.00, saya sudah nongkrong dari pagi di halaman depan bertemu tiga warga yang menyampaikan aduan," jelas Soni.

Ia melayani ketiga warga Jakarta sambil duduk di kursi pendopo Balai Kota. Ini berbeda dari kebiasaan Ahok yang melayani warga sambil berdiri, mengingat kursi tidak akan cukup menampung puluhan warga yang bersusulan datang. Hanya tiga warga yang datang dan dilayani Soni secara langsung. Dua di antaranya mengadu masalah izin pendirian apotek dan lainnya soal sengketa lahan. "Saya kira ini harus disikapi. Mudah-mudahan ada jawaban dari Dinas Kesehatan. Kedua, ada lahan milik seseorang dimenangkan Mahkamah Agung (MA), tapi masih ada bangunan di atasnya," jelas Soni.

Selain menerima warga secara langsung, Soni juga membuka layanan aduan warga melalui layanan pesan singkat. Ada dua nomor pengaduan yang bisa diakses masyarakat, yakni di nomor 0812-1360-9011 dan 0812-1360-9006. Kedua nomor itu terhubung dengan Jakarta Smart City. Dimyati, salah satu warga yang melakukan pengaduan di Balai Kota kemarin pagi, mengaku senang aduannya diterima dengan baik. "Saya baru sekali bertemu beliau, tapi seolah sudah kenal lama. Beliau sangat akrab," ujarnya.

Selaku Plt, Soni tidak hanya mengemban tugas gubernur, melainkan juga tugas Wakil Gubernur nonaktif Djarot Saiful Hidayat. Untuk membagi tugas tersebut, Soni memiliki strategi sendiri, yaitu dengan berganti ruang kerja pagi dan siang hari. Pagi hari Soni akan berada di ruang kerja Ahok, sedangkan siang berada di ruangan Djarot yang berada di lantai dua. Hal ini menurutnya untuk menciptakan keseimbangan.

"Setelah rapat dengan staf-staf Pak Ahok sampai pukul 10.00, baru saya ke ruangan Pak Djarot. Jadi saya memilih dua ruangan. Itu tidak masalah, di sana juga, di sini juga," pungkasnya. Selama menjadi Plt Gubernur, Soni berhak menempati rumah dinas gubernur di Taman Suropati Nomor 7, Menteng, Jakarta Pusat. Namun hingga saat ini rumah itu hanya digunakan sebagai tempat transit. Ia lebih suka pergi pulang Bekasi-Jakarta.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya