Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
SEHARI sebelum Wayan Mirna Salihin tewas di Kafe Olivier, suaminya, Arief Soemarko, bertemu dengan barista atau peracik minuman kafe tersebut, Rangga Dwi Saputra. Hal itu diungkapkan Jessica Kumala Wongso ketika membacakan duplik atau pembelaan pada sidang kasus kopi bersianida yang menewaskan Mirna di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, kemarin (Kamis, 20/10).
Jessica memaparkan informasi pertemuan antara Arief dan Rangga diperoleh salah seorang kuasa hukumnya, Hidayat Bostam. Pertemuan keduanya diketahui Amir Patatila, wartawan yang sehari-hari bertugas di Mabes Polri.
Dalam pertemuan yang berlangsung pada 5 Januari sekitar pukul 16.00 WIB di area parkir pusat perbelajaan Sarinah, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, ujar Jessica, Arief juga sempat menyerahkan kantong plastik kepada Rangga yang diduga berisi uang.
"Saya lihat ada mobil berwarna silver, ada orang mirip Arief. Di situ ada plastik, kayaknya isinya uang. Saya lihat dari jarak 5 meter," ujar Jessica saat membacakan transkrip pembicaraan Bostam dan Amir.
Menurutnya, kecurigaan Amir terhadap pertemuan antara Arief dan Rangga muncul setelah pada hari kematian Mirna dan 10 Januari, Rangga terlihat dalam tayangan televisi. Oleh karena itu, Amir kemudian menemui ketua RT tempat tinggal Jessica dan menceritakan kecurigaannya.
Amir merasa yakin ada keterkaitan antara pertemuan Arief dan Rangga dengan kasus kematian Mirna di Kafe Olivier. "Saya lapor ke RT Jessica, namanya Pak Paulus. Saya bilang Rangga yang <>naruh racun. Saya siap jadi saksi," ujar Jessica lagi, mengutip pernyataan Amir.
Untuk meyakinkan dan mencari keterangan lebih jauh, Amir juga pernah mendatangi Kafe Olivier guna menemui Rangga sekaligus melakukan konfirmasi. Akan tetapi, saat itu Rangga tidak masuk kerja. Jessica melanjutkan Amir juga mengaku pernah melapor ke kepolisian untuk memberikan keterangan dalam berita acara pemeriksaan (BAP).
Tim kuasa hukum Jessica menyayangkan kepolisian tidak menelusuri secara dalam keterangan Amir yang dapat menjadikan kasus itu lebih terang. Namun, ketika sosok Amir dikonfirmasikan kepada kuasa hukum Jessica, Otto Hasibuan tidak mengutarakan secara gamblang dan bagaimana Amir dapat memberikan keterangan kepada tim kuasa hukum.
Otto hanya mengatakan keterangan Amir semestinya tidak diabaikan dalam persidangan. "Harusnya petugas (polisi) tahu siapa dia (Amir). Majelis hakim harus cek kebenarannya. Kan ada rekamannya," ujarnya.
Setelah Jessica membacakan duplik di persidangan, Arief langsung mendatangi Polda Metro Jaya karena merasa difitnah bersekongkol dengan barista Kafe Olivier, Rangga, untuk membunuh Mirna. "Fitnah ini tidak cuma sekali, tetapi berulang kali diutarakan di persidangan. Jadi kesal dengarnya," kata dia seusai berkonsultasi dengan polisi.(DA/MTVN.J-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved