Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
DULU kepanjangan puskesmas dipelesetkan menjadi pusat kesehatan mas-mas. Sebabnya bangunannya sepi kala malam dengan penerangan temaram. Mengundang kupu-kupu malam bersarang di sana. Kini kondisinya jauh berbeda.
Beragam upaya dilakukan Dinas Kesehatan DKI Jakarta agar warga Jakarta lebih tertarik berobat ke puskesmas alih-alih ke rumah sakit. Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Koesmedi Priharto mencontohkan penyuluhan dan pembuatan poster dan film. Karena upaya tersebut dirasakan belum maksimal, sejak Mei 2015 jajaran Dinas Kesehatan turun ke lapangan. Mereka mengetuk pintu rumah-rumah untuk memeriksa kesehatan warga melalui program Ketuk Pintu Layani dengan Hati (KPLDH).
"Kami ingin mendekatkan sumber daya manusia dan fasilitas kesehatan kepada masyarakat, khususnya masyarakat yang tinggal di permukiman kumuh, rumah susun, kampung deret, dan daerah rawan banjir," kata Koesmedi kepada Media Indonesia, Senin (17/10).
Saat ini, ada sekitar 481 tim KPLDH yang diturunkan ke lapangan. Satu kecamatan yang terdiri dari 5.000 jiwa ditangani satu tim. Satu tim terdiri dari tiga petugas inti, yaitu dokter, perawat, dan bidan. Pihak puskesmas setempat juga terlibat sehingga tidak hanya tiga petugas yang hadir ke tengah masyarakat.
"Dari sini kita bisa lihat bagaimana tabiat masyarakat, bagaimana lingkungan rumahnya. Penyakit yang sebelumnya tidak disadari jadi ketahuan setelah diperiksa," tambah Koesmedi.
Jumlah ideal tim KPLDH, jelas Koesmedi, sekitar 2.000 tim. Dengan jumlah tersebut, mereka dapat menjangkau penanganan 10 juta jiwa. Pada 2020 diharapkan jumlah tersebut bisa terwujud.
Selain memberi pelayanan kesehatan, petugas KPLDH membantu warga mendaftar BPJS kesehatan tanpa dipungut biaya.
Kelas menengah
Upaya menggaet warga kelas menengah di Jakarta berobat ke puskesmas, ungkap Koesmedi, memang belum membuahkan hasil maksimal. Pihaknya terus berbenah dengan meningkatkan fasilitas dan pelayanan di puskesmas. Saat ini fasilitas puskesmas tidak kalah dengan rumah swasta. Ada poli umum, poli gigi, dan laboratorium. Seluruh fasilitas itu sudah sesuai standar Peraturan Menteri Kesehatan No 75 Tahun 2014.
"Setiap pelayan di puskesmas itu harus mampu meyakinkan warga bahwa puskesmas bisa mengobati penyakit warga tak kalah dengan RS. Kalau kamu tidak memberi pelayanan yang baik, mereka tidak akan percaya. Justru 'kipernya' sekarang puskesmas karena ke depannya yang sudah punya BPJS tidak ke RS," jelas Koesmedi.
Saat ini, di tingkat kecamatan tersedia sebanyak 44 puskesmas. Di tingkat kelurahan ada 305 puskesmas. Beberapa puskesmas di kecamatan pun sudah naik level menjadi rumah sakit tipe D. Pada 2015 saja ada 19 puskesmas yang menjadi rumah sakit tipe B. Pada 2016, ada empat puskesmas naik menjadi rumah sakit tipe B, di antaranya Puskesmas Taman Sari, Matraman, Tanjung Priok, dan Tanah Abang.
Tahun depan, dua puskesmas akan dibangun. Keduanya puskesmas di Kebayoran Baru dengan delapan lantai dan Pasar Minggu dengan sembilan lantai.
Idealnya, satu puskesmas memiliki luas 1.000 m2. Di atas lahan itu, bangunan bisa ditingkatkan menjadi 2-3 lantai. Luas puskesmas 500 m2 bisa ditingkatkan hingga 6 lantai. Biaya pembangunan puskesmas tingkat kecamatan menelan biaya Rp13 miliar hingga Rp18 miliar. Biaya untuk puskesmas tingkat kelurahan mencapai Rp7 miliar.(J-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved