Anies Sindir Rencana Perburuan Tikus Pemprov DKI

Christian Dior
20/10/2016 20:17
Anies Sindir Rencana Perburuan Tikus Pemprov DKI
(MI/ADAM DWI)

BAKAL calon gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan angkat bicara terkait wacana pemberantasan tikus liar di Ibu Kota dengan melibatkan partisipasi publik. Menurut Anies, Pemprov DKI Jakarta perlu mempertimbangkan baik-baik kebijakan menghargai setiap ekor tikus Rp20 ribu.

"Dulu di India, pernah ada program ular kobra diberi harga. Yang terjadi justru orang di India pada berternak kobra sampai akhirnya pemerintahnya tidak lagi membeli kobra," katanya di sela-sela peluncuran logo kampanye di Posko Pemenangan Anies-Sandi di Cicurug, Jakarta, kemarin.

Bukannya memberantas tikus liar, penduduk India malah berbondong-bondong beternak kobra. Karena tidak lagi laku dijual, penduduk India pun melepas begitu saja ular-ular kobra yang mereka pelihara. "Akhirnya terjadi banjir kobra. Itu kejadian di India. Saya tidak ngomong di Jakarta," imbuhnya.

Seperti diberitakan, wacana perburuan tikus 'satu ekor Rp20 ribu' diungkapkan Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat seusai salat Jumat di Masjid Jami At Taqwa, Rawa Terate, Cakung, Jakarta Timur, Jumat (14/10) lalu. Djarot menjanjikan akan memberikan upah Rp20 ribu untuk satu tikus yang berhasil ditangkap.

Anies mengatakan, Pemprov perlu mengkaji lebih dalam kebijakan tersebut dan melihat dampaknya di masyarakat. "Itu pernah dilakukan juga di Myanmar dan Vietnam. Itu sebabnya penting membaca pengalaman banyak negara sehingga kita tidak mengulang hal yang bisa membuat menyesal," tandasnya. (X-12)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Ahmad Punto
Berita Lainnya