Perang Lawan Tikus sedang Disiapkan Mekanismenya

Yanurisa Ananta
19/10/2016 12:24
Perang Lawan Tikus sedang Disiapkan Mekanismenya
(AP)

Gerakan Basmi Tikus yang direncanakan Pemprov DKI Jakarta untuk mengurangi populasi tikus sekaligus mencegah penyebaran penyakit yang disebabkan oleh tikus, kini tengah dalam proses pematangan di Dinas Kebersihan DKI Jakarta.

Wakil Kepala Dinas Kebersihan DKI Jakarta Ali Maulana mengatakan teknis program itu akan didiskusikan bersama Dinas Kesehatan DKI Jakarta dan Dinas Kelautan, Pertanian dan Ketahanan Pangan. Selain itu, pihak RT dan RW di tiap kelurahan juga bakal dilibatkan secara langsung.

"Untuk mekanismenya kita belum rapatkan secara teknis untuk penunjuk pelaksananya. Jadi, kita masih menunggu," imbuh Ali.

Tikus yang terkumpul kemungkinan akan diatur RT dan RW melalui pihak kelurahan. Ali menjelaskan bangkai tikus nanti harus dikubur di kedalaman tanah minimal 70 cm. Dikhawatirkan jika dikubur di permukaan tanah akan mengundang masalah dan penyakit baru.

"Kalau cara mengubur asal-asal saja bisa digali sama binatang lain. Nanti akan ditangani masing-masing RT melalui lurah," kata Ali.

Menurut Ali, jumlah tikus di Jakarta kian membludak. Kondisi ini tidak terlepas dari kebiasaan warga membuang sampah sembarang. Sampah yang dibuang sembarangan kerap mengundang tikus-tikus dan binatang lainnya.
"Membuang sampah sembarangan itu sama saja dengan memberi makan tikus. Itu yang harus diketahui warga," pungkasnya.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengatakan program Basmi Tikus milik Dinas Kebersihan DKI Jakarta hanya akan dilakukan sekali. Pasalnya, Ahok khawatir tikus justru akan dibudidaya oleh warga lantaran diiming-imingi imbalan Rp20 ribu per tikus hasil tangkapan warga.

"Kalau itu dilakukan pun hanya sekali. Kalau terus menerus nanti orang (justru) beranakin tikus. Malah jualan tikus nanti," kata Ahok di Balai Kota, Rabu (18/10). (X-12)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Ahmad Punto
Berita Lainnya