Ahok Curigai Sampah DKI Dibuang ke Ciliwung

Yanurisa Ananta
17/10/2016 17:35
Ahok Curigai Sampah DKI Dibuang ke Ciliwung
(ANTARA FOTO/Risky Andrianto)

PEMERINTAH Provinsi DKI Jakarta tengah fokus mengambil alih pengelolaan tempat pembuangan sampah terpadu (TPST) Bantargebang, Bekasi yang sebelumnya dikelola swasta, PT Godang Tua Jaya (GTJ).

Namun, sejak memakai sistem swakelola, sejumlah supir truk sampah DKI mengeluhkan antrean buang sampah ke TPST. Pasalnya, antre buang sampah memakan waktu hingga 12 jam. Panjangnya antrean disinyalir disebabkan minimnya pasokan bahan bakar solar untuk alat berat yang beroperasi. Alhasil, satu alat berat hanya mendapat jatah pengisian solar sekali.

Akan tetapi, sinyalemen itu dibantah Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama. Ia justru menilai antrean 12 jam menjadi bukti adanya kemungkinan pembuangan sampah DKI selama ini tidak seluruhnya sampai Bantargebang. Pasalnya, saat masih dikelola swasta antrean sepanjang 1 km selama 12 jam itu tidak pernah terjadi.

"Kenapa dulu tidak pernah macet? Saya curiga dulu truk-truk itu tidak pernah masuk (sampai) Bantargebang. Jangan-jangan ambil sampah (DKI) buangnya di hulu Kali Ciliwung," kata Ahok di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (17/10).

Akibatnya, saat dikelola secara mandiri, lanjut Ahok, baru terasa bahwa jumlah truk berkurang, mengingat jumlah sampah DKI mencapai 8.000-9.000 ton per hari. Karena itu, Ahok menyarankan adanya manajemen yang lebih baik dalam mengatur jalan di Bantargebang.

Ahok juga membantah minimnya jumlah alat berat di TPST Bantargebang. Menurutnya, itu hanya alasan yang digunakan oleh orang yang tidak ingin Bantargebang dikelola oleh Pemprov DKI Jakarta.

"Kemungkinan orang dalam main. Mereka bilang 'enggak sanggup lagi Pak kita kerja. Jadi, harus kerja sama swasta lagi'. Itu kan tergantung orang," pungkas Ahok. (X-12)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Ahmad Punto
Berita Lainnya