Polri Minta Masyarakat Ikut Saring Informasi

Nicky Aulia Widadio
17/10/2016 15:45
Polri Minta Masyarakat Ikut Saring Informasi
(ANTARA/AKBAR NUGROHO GUMAY)

POLRI menegaskan lagi informasi terkait arahan Kapolri Jendral Tito Karnavian yang viral di media sosial merupakan berita hoax. Polri menduga penyebaran informasi bohong itu untuk memperkeruh suasana menjelang Pilkada 2017 sekaligus memengaruhi persepsi publik terhadap Polri.

Kepala Divisi Humas Polri Inspektur Jendral Boy Rafli Amar menyebut informasi tersebut tidak pernah dibuat oleh Kapolri maupun Polri secara institusi.

"Jadi kami harap masyarakat tidak mempercayai begitu saja (informasi yang beredar). Tentu sangat penting sikap masyarakat untuk lebih obyektif dalam melihat situasi," tutur Boy Rafli, Senin (17/10).

Terkait hal itu, Kabareskrim Polri Komjen Ari Dono menegaskan akan mencari tahu penyebar berita bohong tersebut. Menurutnya, penyebar informasi tersebut bukan cuma menyerang Kapolri melainkan juga menyerang situasi yang mulai kondusif pascademonstrasi yang digelar pada Jumat (14/10).

"Subdit Cyber Crime Mabes Polri terus mengejar penyebar berita hoax itu. Jerat hukum juga sudah menanti," ungkap Ari.

Kapolri sendiri telah mengeluarkan pernyataan tertulis terkait beredarnya informasi tersebut. Menurutnya, hubungan baik antara dirinya dan Ahok hanyalah sebatas hubungan profesional sebagai sesama pimpinan daerah. Terutama saat Tito masih menjabat sebagai Kapolda Metro Jaya pada 2015 silam. (X-12)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Ahmad Punto
Berita Lainnya