Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
MUSTAHID mengaku sudah tiga kali menginjakkan kaki di Terminal Terpadu Pulo Gebang, Jakarta Timur. Namun, warga Tanjung Priok, Jakarta Utara itu masih saja suka nyasar lantaran terminal tersebut minim penunjuk arah.
"Saya mau naik bus pengumpan Transjakarta, tapi yang saya lihat kebanyakan kertas di tembok yang bertuliskan toilet di sebelah sana, loket tiket di sebelah sini, jadi bingung,” katanya saat dijumpai Media Indonesia, Jumat (23/9).
Selain kurangnya penunjuk arah, beberapa fasilitas juga jarang ada di terminal yang baru dibuka Juli 2016 itu. Untuk kantin misalnya, hanya ada di basement gedung keberangkatan bus pengumpan Transjakarta. Jika penumpang ada di lantai dua atau tiga harus turun mencari eskalator atau elevator untuk menuju basement. Tapi, masih ada beberapa eskalator yang belum berfungsi.
Padahal, terminal yang berdiri di atas lahan seluas 12,5 hektare itu disebut-sebut sebagai yang terbesar di Asia Tenggara. Bayangkan saja, ruang tunggu yang disiapkan mampu menampung 2.000 penumpang, 28 jalur keberangkatan dan 16 jalur kedatangan, tempat uji tes laik kendaraan, lahan parkir untuk 500 mobil, masjid, hingga mal dan beragam toko.
Kepala Satuan Operasional Terminal Terpadu Pulo Gebang Esa Pinem tidak memungkiri ada beberapa fasilitas yang belum tersedia seperti di lantai satu yang harusnya diisi oleh mal dan toko. Namun, dia memastikan itu semua akan dipenuhi bertahap, termasuk eskalator yang belum aktif. "Tapi, yang dilihat sekarang ya yang ada," kata dia, Senin (17/10).
Dia menampik minimnya fasilitas sebagai penyebab sedikitnya penumpang di terminal. Menurutnya, saat ini belum banyak yang mau datang ke Terminal Pulo Gebang lantaran penumpang masih mencari bus di Terminal Pulo Gadung, Jakarta Timur. Padahal, seluruh PO sudah diinstruksikan untuk pindah ke Terminal Pulo Gebang sejak pertengahan tahun ini.
Para petugas PO, pun membenarkan apa yang disampaikan oleh Esa. Menurut informasi yang mereka dapat, memang masih banyak penumpang yang mencari bus dari Terminal Pulo Gadung. Walau demikian, kondisi itu rupanya tidak mengganggu bisnis mereka karena tetap ada penumpang yang datang ke Terminal Pulo Gebang.
Mereka pun meminta agar pemerintah bersikap tegas dan tidak berlama-lama menutup Terminal Pulo Gadung. “Kalau tidak ditutup juga, kapan Terminal Pulo Gebang mau ramai? Selain itu, terminal ini juga belum mudah diakses oleh masyarakat, itu jadi salah satu faktor juga kenapa masih sepi,” kata Sitompul, petugas PO Sinar Jaya.
Jumlah penumpang di Terminal Pulo Gebang menurut data yang dipegang pengelola terus mengalami peningkatan. Sepekan sebelum Hari Raya Idul Fitri pada Juli lalu, jumlah penumpang yang pergi mudik dari Terminal Pulo Gebang baru mencapai 277 orang. Kemudian jika ditotal mulai dari dua pekan sebelum dan dua pekan sesudah Idul Fitri, jumlah penumpang selama arus mudik mencapai 5.775 orang.
“Sekarang, jumlah penumpang per hari sudah mencapai 2.000 orang. Kami optimistis jumlah itu akan terus meningkat apalagi nanti masih ada libur akhir tahun. Kami juga akan terus meningkatkan pelayanan kami karena itu yang paling penting,” tandas Esa. (X-12)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved