Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
PERANG yang dilancarkan Presiden Joko Widodo terhadap praktik pungutan liar (pungli) membuat warga yang harus mengurus dokumen di sejumlah instansi pemerintah bisa bernapas lega. Mereka tidak lagi harus merogoh kocek dalam-dalam untuk membayar biaya jauh di atas tarif resmi.
Untuk membuat paspor di kantor imigrasi, misalnya, pemohon hanya membayar Rp300 ribu. Mereka pun kini tak lagi diganggu para calo yang sebelumnya kerap memberikan iming-iming bisa membantu penyelesaian paspor agar lebih cepat asalkan mau membayar mahal.
Hal itu dialami Iren, 38. Ia mengurus sendiri seluruh tahapan proses pembuatan paspor dan membayarnya sesuai dengan tarif. Perempuan itu tinggal menunggu proses selanjutnya di hari berikut, antara lain pemotretan.
Menurut Iren, sebetulnya pungli di kantor imigrasi mulai berkurang sejak instansi itu memberlakukan pembayaran biaya pembuatan paspor melalui bank. Padahal, beberapa tahun silam, ia harus mengeluarkan biaya hampir 4 kali lipat daripada sekarang.
Perempuan asal Cirebon, Jawa Barat, itu pertama kali membuat paspor pada 2008 saat hendak menjadi tenaga kerja Indonesia (TKI) di Taiwan. Saat itu agen atau perusahaan jasa tenaga kerja yang akan memberangkatkannya meminta uang Rp750 ribu untuk pembuatan dokumen.
"Waktu itu saya enggak tahu berapa tarif asli membuat paspor. Tapi saya dimintai uang Rp750 ribu," katanya saat ditemui di Kantor Imigrasi Jakarta Selatan, kemarin (Jumat, 14/10).
Saat akan diwawancara petugas imigrasi dan dipotret, ujar Iren, ia harus menyetor lagi Rp300 ribu kepada agen. "Saya juga enggak tahu apakah uang itu untuk agen atau petugas imigrasi. Yang jelas, semua calon TKI diminta segitu," tuturnya.
Hal serupa terus terjadi setiap ia akan membuat paspor, bahkan ada agen lain yang minta Rp1 juta. Namun, setelah kini ia mengurus pembuatan paspor sendiri dan pembayaran biaya dilakukan melalui bank, pungli tidak terjadi lagi.
Iren memuji langkah pemerintah yang memperbaiki sistem pembayaran biaya paspor melalui bank. Meski demikian, ia berharap pemerintah juga membenahi agen TKI.
Sementara itu, di Kantor Imigrasi Jakarta Pusat, calo yang hampir setiap hari beraksi di instansi itu belakangan kehilangan mangsa. Sebagian besar warga mengajukan permohonan paspor secara daring. Kalau pun manual, mereka mengurusnya sendiri.
Laki-laki bernama Edi itu mengaku kini ia hanya bisa membantu para pemohon yang dokumennya bermasalah. "Misalnya, kalau ejaan nama pemohon di KTP keliru, saya bisa menolongnya untuk mengurusnya ke kantor kelurahan tempat KTP diterbitkan," ujarnya.(J-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved