Pengemis yang Bikin Pengendara Resah

Gana Buana, Kisar Rajaguguk
14/10/2016 10:30
Pengemis yang Bikin Pengendara Resah
(ANTARA/Indrianto Eko Suwarso)

BEBERAPA bulan terakhir, Kota Depok bak diserbu gelandangan dan pengemis (gepeng). Hampir di setiap perempatan selalu terlihat sejumlah pengemis yang menadahkan tangan.

Di beberapa ruas jalan juga terlihat gelandangan yang duduk untuk menanti uluran tangan. Belum lagi pengamen yang memaksa warga untuk menyerahkan uang receh.

Pengemis terbanyak beraksi di perempatan yang terdapat di sepanjang Jalan Raya Bogor, Jalan Raya Sawangan, dan Jalan Nusantara. Setiap kali beraksi, mereka bukan hanya satu atau dua orang, melainkan sampai 20 orang.

Salah satu tempat yang dipenuhi pengemis ialah perempatan antara Jalan Raya Bogor dan Jalan Insinyur Haji Juanda atau tidak jauh dari pintu Tol Cijago. Di tempat itu sejak pagi hingga malam, para pengemis terus meminta-minta kepada pengendara yang tengah menghentikan kendaraan untuk menunggu lampu merah berubah hijau, bahkan di saat hujan.

Setiap pengemis melakukannya dengan berbagai cara, termasuk ‘memanfaatkan’ kekurangannya. Beberapa hari lalu di perempatan itu terlihat pengemis dengan kondisi kaki bengkak dan lulut berbalut perban. Ada juga pengemis yang mengenakan kaca mata hitam dan tongkat.

Pengemis dengan kaki bengkak dan berbalut perban duduk di trotoar sambil menadahkan tangan ke pengendara, sedangkan yang berkacamata hitam serta sejumlah pengemis lainnya mendatangi satu per satu pengendara sepeda motor atau mobil.

Kehadiran mereka di sana membuat para pengendara resah. Apalagi, ketika lampu berganti hijau, para pengemis masih beraksi sehingga menghambat laju kendaraan. Tidak mengherankan bila rasa iba para pengendara hilang, sehingga tidak memberikan sedekah. “Saya tidak iba pada para pengemis karena mereka menghadang kendaraan kami,” kata Charly, pengendara sepeda motor.

Sementara itu, Abdul Latif, 22, warga Kelurahan Cisalak Pasar, Kecamatan Cimanggis, mengatakan para pengemis di kawasan itu dikendalikan sejumlah preman setempat. “Saya pernah melihat para pengemis menyetorkan hasil mereka kepada preman di gang dekat lampu merah,” ujarnya.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kota Depok, Dudi Miradz, mengatakan akan berkoordinasi dengan Dinas Tenaga Kerja dan Sosial untuk menertibkan pengemis. (J-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Panji Arimurti
Berita Lainnya