Omongan Pedas Berganti tidak Tahu dan Kelakar

Yanurisa Ananta
13/10/2016 08:15
Omongan Pedas Berganti tidak Tahu dan Kelakar
(Antara/Yudhi Mahatma)

BASUKI Tjahaja Purnama dikenal sebagai sosok yang tidak segan berbicara pedas. Pernyataannya, terutama setelah menjabat Gubernur DKI Jakarta, kerap menuai kontroversi.

Gaya berbicara blak-blakan mantan Bupati Belitung Timur itu dianggap tidak santun atau terlalu kasar. Namun, beberapa hari ke belakang kelihaian lidah pria yang biasa disapa Ahok itu seolah meredup.

Hal tersebut terasa pascalaporan dugaan penistaan agama yang dilakukan Ahok kepada polisi. Dalam perkara ini, Ahok telah mengungkapkan permintaan maaf secara terbuka.

Kini ketika menjawab pertanyaan wartawan, Ahok terkesan irit dan hati-hati. Wawancara rutin setiap pagi di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, menjadi lebih singkat.

Biasanya Ahok bersedia menjawab pertanyaan wartawan sekitar sepuluh menit, tetapi belakangan hanya berbicara kurang dari tujuh menit.

Terlebih, bila ditanya seputar Pilkada 2017. Kalimat yang sekarang ini terlontar hanya 'tidak tahu' atau 'tanya saja kepada yang bersangkutan'. Beberapa pertanyaan dijawabnya dengan kelakar.

Kehati-hatian Ahok menjawab pertanyaan wartawan, khususnya soal pilkada, diduga mengikuti permintaan Ketua Umum DPP Partai Demokrasi Perjuangan Indonesia (PDIP) Megawati Soekarno Putri.

Megawati sempat menjelaskan gaya bicara Ahok yang blak-blakan merupakan hal biasa karena setiap suku memiliki ciri khas masing-masing. Hal itu, menurutnya, tidak semestinya menimbulkan sentimen negatif.

Kendati begitu, diakui tidak sedikit orang kerap memberikan sentimen emosional terhadap pernyataan Ahok. Oleh karena itu, Megawati meminta Ahok tidak melayani pertanyaan wartawan yang banyak memancing pernyataan pedas dari Ahok.

Ahok menyangkal imbauan itu merupakan larangan berbicara kepada wartawan. "Enggaklah. Bu Mega cuma ngomong hati-hati saja. Kayak kamu tanya-tanya melulu," seloroh Ahok sambil menunjuk kepada wartawan, di Balai Kota, kemarin (Rabu, 12/10).

Ahok juga menampik dirinya irit berbicara kepada wartawan. Buktinya, ia masih bersedia meladeni awak media yang selalu menunggu di depan pintu ruang kerjanya pukul 08.00 WIB.

Ahok menegaskan ia ingin fokus bekerja menjelang masa cuti kampanyenya nanti meski belum resmi ditetapkan sebagai calon gubernur. Kalaupun gagal ditetapkan sebagai calon gubernur, Ahok menyatakan tetap komit mengemban tugas sebagai Gubernur DKI hingga setahun ke depan.

"Kita kerja, kok. Kan sudah mau cuti dan (masa jabatan) tinggal setahun. Puasa ngomong bagaimana? Saya datang ngobrol terus sama kalian," tutur Ahok dengan tersenyum lebar sambil berlalu menuju ruang kerjanya diikuti tawa kecil wartawan.(P-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Panji Arimurti
Berita Lainnya