Bareskrim Ungkap Pengoplos Beras Bulog

Nicky Aulia Widadio
07/10/2016 19:34
Bareskrim Ungkap Pengoplos Beras Bulog
(ANTARA)

DIREKTORAT Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri mengungkap kasus pengoplosan 400 ton beras di Pasar Induk Cipinang, Jakarta Timur. Pemilik gudang, AL, diduga menyalahgunakan beras cadangan Bulog.

Polisi menggrebek gudang beras di Blok T2 di Pasar Cipinang pada Rabu (5/10) sore lalu. Saat itu, ditemukan sejumlah orang yang sedang mengoplos beras bermerk Palm Mas dari Demak dengan beras subsidi Bulog dari Thailand.

Harga rata-rata beras Palm Mas di pasaran ialah Rp11.000 per kilogram, sedangkan beras Thailand Rp7.500 hingga Rp 8 ribu per kg. Namun oleh AL, beras oplosan itu dijual seharga Rp11.000 ribu per kg sesuai harga beras Palm Mas.

"Jadi dia mendapatkan untung Rp4.000 per kg," ujar Kepala Badan Reserse Kriminal Polri Komisaris Jendral Ari Dono Sukmanto, di Jakarta, Jumat (7/10).

Ia menyebut, tahun ini pemerintah mengimpor sebanyak 1,5 juta ton beras dari Thailand melalui Perum Bulog sebagai pihak importir. Mekanisme pendistribusiannya kemudian dilakukan melalui divisi regional. Divisi regional harus mendistribusikan beras pada perusahaan yang ditunjuk.

Dari hasil penyelidikan sementara, Bareskrim mengetahui AL mendapat suplai 400 ton beras bulog dari AS dan SU dari PT DSU. "PT DSU ini tidak termasuk perusahaan yang ditunjuk, berarti ilegal," papar Ari Dono.

Untuk itu, Bareskrim akan meminta keterangan dari pihak Bulog perihal mekanisme pendistribusian beras yang menyimpang tersebut. "Pasti dimintai pertanggungjawaban, bagaimana DO (delivery order) itu keluar," tandas Ari.

Hingga kini Bareskrim telah memeriksa sebanyak tujuh orang saksi mulai dari pengoplos, yang memerintahkan untuk mengoplos, hingga yang membiayai proses tersebut. Area distribusi beras oplosan dari gudang milik AL ini pun hingga kini masih didalami. (X-12)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Ahmad Punto
Berita Lainnya