Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
JAGAT dunia maya jejaring sosial Facebook, kemarin (Kamis, 6/10), digegerkan sebuah tayangan video dari akun bernama Erlangga yang menampilkan seorang ibu yang tega menginjak-injak bayinya.
Dalam tayangan itu, ibu yang belakangan diketahui bernama Tutut Siti Aminah, 26, itu menutupi bayinya yang baru berusia 1 tahun 8 bulan dengan bantal, lalu menginjak-injaknya. Si anak pun menangis, sedangkan Tutut merekam adegan tersebut dengan telepon selulernya.
"Saya sedang kesal sama suami. Dia menuduh saya selingkuh karena saya berfoto sama cowok lain. Padahal itu sepupu saya," tutur Tutut kepada polisi dari Subdit Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Metro Jaya, kemarin.
Raut wajah Tutut hanya memantulkan penyesalan. Ia mengaku gelap mata saat melakukan itu lantaran stres setelah hidup terpisah dari suaminya. Sang suaminya kini tengah berada di Rumah Tahanan Salemba karena divonis bersalah dalam sebuah kasus penyalahgunaan narkoba.
Lantaran hidup terpisah, hubungan rumah tangga dengan suaminya merenggang. Selain api cemburu, rumah tangga mereka juga diguncang permasalahan ekonomi dan sikap dari keluarga besar keduanya yang tidak mendukung.
Anak pun kerap menjadi tempat pelampiasan kekesalannya. Terakhir kali ialah aksi injak anak itu yang rekamannya kemudian dikirimnya ke suaminya lewat aplikasi chat.
Suaminya pun tak terima melihat anaknya diperlakukan demikian. Ia langsung mengunggah video tersebut lewat akun Facebook bernama Erlangga. Tak diduga, tayangan akun tersebut menjadi menyebar dan menarik perhatian para pengguna media sosial.
"Saya enggak cuma menyesal. Pikiran saya sudah sampai jauh, bagaimana kalau anak saya meninggal karena saya begitukan. Anak itu kan enggak bisa digantikan dengan apa pun," tuturnya menyesal.
Kini, kasus Tutut dan anaknya ditangani kepolisian yang turut melibatkan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). Dari hasil penyelidikan polisi, diketahui tak ada unsur kesengajaan dari aksi tersebut.
"Karena permasalahan ekonomi, hubungan suami istri ini jadi renggang. Kejadian ini dia lakukan untuk mencari perhatian suaminya," ujar Kepala Subdirektorat Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Roberto Pasaribu.
Tutut tidak akan ditahan di lembaga pemasyarakatan. Oleh KPAI, ia akan didampingi untuk direhabilitasi di Rumah Perlindungan Trauma Center (RPTC) milik Kementerian Sosial. "Bagaimana pun juga anak ini butuh ibunya," tutur Kepala Divisi Sosial KPAI, Erlinda.
Namun, ia tak menutup kemungkinan jika Tutut dan anaknya bisa dipisahkan untuk sementara waktu jika diketahui kejadian tersebut memengaruhi keduanya secara psikis. (J-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved