Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
ABC, 42, hanya bisa tertunduk lesu saat dipertontonkan polisi di depan publik. Kemarin (Senin, 3/10) ia dapat diringkus petugas Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya lantaran menjadi predator bagi lebih dari 150 anak. Dari sebanyak itu, hanya 5 hingga 10 orang di antaranya yang berani melaporkan tindakan bejat ABC.
Aksi mesum itu bermula pada Juli 2016 lalu ketika ABC mengirimkan permintaan pertemanan di jejaring sosial Facebook kepada korbannya, MPS, 15. Sebagai seorang duda yang telah bercerai dengan istrinya setahun yang lalu, ABC merasa kesepian. Ia kemudian menjalin hubungan dengan MPS.
“Selama berpacaran, MPS diberi uang jajan oleh tersangka. Sebagai gantinya, tersangka mengeksploitasi korban yang masih di bawah umur tersebut,” ujar Direktur Reskrimsus Polda Metro Jaya Komisaris Besar Muhammad Fadil Imran.
Usia pacaran mereka tak berlangsung lama. ABC kembali kesepian. Ia kembali memutar otak untuk bisa mendapatkan pacar baru. Tiba-tiba ia mendapat ide, kembali menggunakan Facebook sebagai media jebakan.
Lewat akun MPS yang sudah diketahui kata kuncinya, ia mulai menjaring korban yang rata-rata berusia 10 hingga 15 tahun. Seolah-olah berkomunikasi sebagai sesama perempuan, ABC mulai melancarkan jurus-jurus jebakan dengan berkirim pesan.
Kepada korbannya, ABC mengaku punya kelebihan mampu membaca aura negatif lawan bicaranya. Ia menakut-nakuti korban bahwa aura negatif itu akan merugikan yang bersangkutan sehingga harus segera dihilangkan.
ABC pun menawarkan diri untuk menghilangkan aura negatif itu dan itu langsung diiyakan anak-anak yang sudah telanjur diselimuti rasa takut.
“Syaratnya, anak-anak itu harus mengirim foto-foto mereka dalam keadaan telanjang supaya aura negatif hilang. Para korban mengirim foto mereka karena rasa percaya sebagai sesama perempuan. ternyata itu hanya tipu daya,” beber Fadil.
Karena ia merasa sudah berada di atas angin, foto-foto tersebut digunakan ABC untuk mengeksploitasi para korbannya. Ia mengancam akan menyebar foto-foto vulgar itu di internet jika korban tak mau memenuhi keinginan tersangka.
“Tersangka mengaku telah melakukan tindakan pelecehan tersebut kepada 15 korban. Namun, dari pemeriksaan, diketahui bahwa jumlah korban mencapai 150 orang,” kata Fadil.
Saat dihubungi, Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak Arist Merdeka Sirait mengatakan kejadian yang menimpa 150 anak di bawah umur itu merupakan wujud dari tsunami teknologi. Hal itu perlu dipahami para orangtua demi menghindari kejadian serupa. (J-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved