Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
HARI bebas berkendara atau biasa disebut car free day (CFD) tidak saja dimanfaatkan warga Jakarta untuk berolahraga.
Sebagian warga lain memanfaatkan momentum tersebut untuk mengais rezeki.
Di sepanjang jalan utama Sudirman-Thamrin, Jakarta, saban minggu pada saat CFD bermunculan pedagang kaki lima dadakan.
Aneka dagangan dijajakan di sana, mulai sepatu sport, pakaian, makanan, minuman, kacamata, jam tangan, mainan anak, tongsis, casing ponsel, aksesori, hingga perlengkapan rumah tangga.
Yanti, 40, pedagang celana di area CFD, mengaku sudah dua tahunan berjualan di sana.
Berjualan saat CFD, lanjutnya, terbilang menguntungkan.
"Jika dibandingkan dengan berjualan di kios mending di sini, ramai," ungkap Yanti, kemarin.
Untuk menarik pembeli, ungkap Yanti, ia menurunkan harga dagangannya.
Jika di kios harga sepotong celana pendek dibanderol Rp50 ribu, di CFD pembeli cukup membayar Rp40 ribu.
Bahkan, ia akan memberi diskon lebih besar jika pembelian lebih banyak.
Dengan harga tersebut, Yanti mengaku sudah untung.
Untuk berjualan di area CFD, tidak banyak kutipan yang diambil petugas.
Ia cukup membayar biaya kebersihan sebesar Rp5.000.
Jika ia berdagang di pasar, banyak biaya yang dikeluarkannya, mulai sewa kios, listrik, hingga kebersihan.
Pedagang lainnya, Sami, 50, mengatakan hal senada.
Ia dan suaminya berdagang kue kering, seperti aneka keripik dan akar salak, sejak adanya CFD.
"Sudah 14 tahun, awal CFD saya sudah dagang. Ini menjadi tempat saya mengais rezeki," ujarnya.
Selama ia berdagang, menurutnya, wajar jika ada turun-naik hasil dagangnya.
Kadang sepi pembeli, terkadang pula ramai.
Namun, di area CFD selalu saja ada pembeli yang datang.
Di sisi lain, beberapa warga yang datang ke area CFD terlihat asyik berbelanja di sana. Salah satunya Vita, 22. Warga Kramat Sentiong, Jakarta Pusat, itu mengaku di area CFD ia bisa berolahraga dan berbelanja yang dibutuhkannya.
"Berbelanja di car free day lebih irit karena barang dagangannya lebih murah. Juga enggak perlu capek-capek pergi ke pasar. Kalau ada yang simpel, kenapa harus rempong," kilahnya.
Jika Vita tertolong dengan adanya pedagang di CFD, sebaliknya Reta, 23, terganggu oleh kehadiran pedagang di sana.
Reta justru bingung dengan banyaknya pedagang di kawasan CFD.
"Soalnya saya lihat orang bukan jadi olahraga, malah belanja. Lagian jalur untuk berolahraga jadi terganggu dengan pembeli yang lalu lalang di sekitar jalan," kesalnya.
Saban minggu, mulai pukul 06.00 hingga pukul 10.00 WIB, di ruas Jalan Thamrin hingga Sudirman kendaraan dilarang melintas.
Hanya bus Trans-Jakarta yang diperbolehkan menggunakan jalan.
Warga Jakarta dan sekitarnya memanfaatkan lengangnya kawasan di sana untuk berolahraga.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved