Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
BERMAIN api hangus, bermain air basah.
Peribahasa tersebut pas menggambarkan kondisi taman aktif flyover Klender, Jakarta Timur.
Kendati sudah dibenahi, taman tersebut kembali tidak sedap dipandang.
Membuat taman, dalam peribahasa di atas, pastilah ada risikonya, yakni harus berani merawat dan memeliharanya sehingga taman tersebut sedap dipandang dan nyaman dinikmati.
Sebaliknya, kesan jorok terlintas ketika Media Indonesia mengunjungi taman yang ada di bawah jembatan layang dekat Stasiun Klender itu, kemarin sore.
Terlebih karena tiang penyangga jembatan layang yang berada di tengah taman sangat kotor.
Mungkin karena lalu lintas di kiri-kanannya sangat ramai.
Selain itu, lantai beton di beberapa sudut taman juga hancur.
Beberapa warga yang sering datang ke sana bertanya-tanya aktivitas apa yang dilakukan para pengunjung taman hingga muncul banyak lubang dan retak.
"Saya sering datang siang, tapi ya hanya anak-anak yang datang bermain. Sore hingga malam tidak tahu siapa yang datang dan ngapain saja," kata Anisa, 35, yang membawa anak balitanya bermain di sana.
Dua tempat sampah juga terlihat rusak. Seutas tali mengikat ujung tempat sampah agar tak lepas dari penyangga.
Tanaman yang ada di pinggir taman terlihat kering dan layu.
Maklum. Meski Jakarta kerap diguyur hujan, tanaman di sana tidak tersentuh air hujan karena berada di bawah jembatan.
Di samping taman, ada pasar tradisional. Pedagang kaki lima di sana kerap kucing-kucingan dengan petugas Satpol PP.
Nuri, salah satu pengunjung, mengatakan jika ada Satpol PP yang berjaga, tidak ada pedagang. Namun, saat Satpol PP pergi, bermunculan pedagang di area taman.
Selain kotor, taman yang diresmikan pada 2013 itu juga terlihat angker.
Di area catur raksasa, beberapa pria duduk di bangku batu warna-warni dan mengamati setiap orang yang berjalan kaki lewat tengah taman.
Pria lainnya, ada yang tidur dan buang air kecil di tembok.
Padahal taman itu biasanya dimanfaatkan anak-anak untuk bermain karena terdapat lapangan futsal, ayunan, dan besi untuk bermain sepatu roda atau papan luncur.
Terkait dengan itu, menurut Kepala Sudin Pertamanan dan Pemakaman Jakarta Timur Christian Tamora Hutagalung, aktivitas di taman itu memang aktif sesuai namanya.
Apalagi saat malam hari ketika pihak Pengamanan dan Pengendalian Dinas Pertamanan dan Pemakaman DKI Jakarta tidak lagi berjaga di taman itu.
Di kala malam, banyak pedagang yang berjualan di sana. Di pagi hari, sampah berserakan.
"Kalau datang ke taman saat siang sudah bersih. Tapi pagi hari itu petugas kami yang berjibaku membersihkan sampah bekas semalam," katanya.
Karena itu, dalam waktu dekat pihaknya akan berkoordinasi dengan kelurahan dan kecamatan setempat untuk menertibkan pedagang di taman.
"Saya harap kelurahan atau kecamatan bisa bekerja sama membantu pengawasan."
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved