Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
MANGKRAKNYA pengerjaan pembangunan turap penahan bibir aliran Kali Angke menjadi pemicu utama tumpahnya air ke Jalan KH Hasyim Ashari, Pedurenan, Ciledug, Kota Tangerang, Banten.
Akibatnya, ratusan rumah di Perumahan Ciledug Indah 1 dan 2 kembali terendam banjir, akhir pekan kemarin.
Akses jalan KH Hasyim Ashari yang berstatus jalan provinsi sempat terputus pada Sabtu (24/9) malam hingga dini hari.
Pada kurun waktu tersebut, arus lalu lintas dari arah Ciledug menuju Cipondoh ataupun sebaliknya tidak dapat dilintasi kendaraan roda empat maupun roda dua.
Tingginya genangan air sekitar 70 cm saat itu juga mengalir ke Perumahan Ciledug Indah 1 dan 2 yang memiliki kontur tanah lebih rendah.
Permukiman warga itu sudah sejak lama menjadi daerah rawan banjir.
Perumahan Ciledug Indah 1 dan 2 berbatasan langsung dengan aliran Kali Angke.
Belakangan, tanggul sungai yang berdampingan dengan permukiman dibangun dan dibuat lebih tinggi untuk meminimalkan ancaman banjir, dengan lebar aliran sungai sekitar 7 meter.
Namun, ternyata warga belum bisa tidur nyenyak setiap musim hujan datang.
Air tetap datang dari arah kolong Jembatan Lama Ciledug Indah yang baru saja selesai diba-ngun lebih tinggi daripada jalan.
Berdasarkan pantauan kemarin, turap Kali Angke dari arah Perumahan Ciledug Indah 1 terputus beberapa meter menjelang kolong jembatan.
Di titik sama terlihat sedimentasi lumpur cukup tebal.
"Tahun kemarin pinggiran Kali Angke sudah dikeruk pakai alat berat, tapi nggak tahu kok tahun ini kenapa mandek," kata Rudi, warga Pendurenan, kemarin.
Pembangunan turap yang belum juga digarap, kata dia, dikhawatirkan menyebabkan daerah sekitar tergenang air.
Apalagi tidak tampak upaya dari pihak terkait untuk melakukan antisipasi sementara, sambil menunggu pembangunan turap selesai dikerjakan.
Engkus Kuswandi, pengawas lapangan pemeliharaan jalan pada Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Tangerang, membenarkan air yang datang melalui sisi bawah jembatan masih menjadi ancaman.
"Karena Perumahan Ciledug Indah posisinya lebih rendah, makanya dari jalan (airnya) kumpul ke bawah," jelasnya.
Pompa
Kepala Bidang Sumber Daya Air Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Tangerang Taufik Syakzeni mengatakan, untuk mengantisipasi bencana banjir di sekitar Kelurahan Pedurenan, pihaknya telah menempatkan delapan pompa penyedot.
"Sebelumnya ada enam pompa, kemarin kami tambah dua lagi di lokasi," tuturnya.
Dalam waktu dekat, lanjut Taufik, Pemerintah Kota Tangerang akan menambal rembesan di sepanjang turap aliran Kali Angke mulai sisi Ciledug Indah hingga arah Pondok Bahar.
"Kami cuma bisa melakukan penambalan rembesan karena kewenangan pembangunan turap ada di pemerintah pusat," ungkapnya.
Dalam kesempatan berbeda, Kepala Bidang Operasional dan Pemeliharaan Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung-Cisadane (BBWSCC) Kementerian Pekerjaan Umum, Gemala Susanti, menjelaskan kontrak pembangunan turap sheetpile beton Kali Angke di Pedurenan sudah selesai akhir 2015.
Ia berdalih pada turap yang ada di lapangan tidak dapat langsung dilakukan pemancangan karena lahan belum siap. Ia meminta Pemerintah Kota Tangerang segera merampungkan pembebasan lahan.
"Kalau sudah selesai semuanya, pada 2017 baru kita lanjutkan konstruksi fisiknya untuk pemancangan turap di lapangan. Tanggul lama juga harus dibongkar sebelum dikerjakan," kata Gemala.
(J-4)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved