Banjir Hilang Kesibukan pun Datang

Deni Aryanto/ J-4
27/9/2016 04:10
Banjir Hilang Kesibukan pun Datang
(MI/Galih Pradipta)

LUAPAN air Kali Angke yang menggenangi permukiman warga di Perumahan Ciledug Indah 1 dan 2, Pedurenan, Ciledug, Kota Tangerang, menyisakan sampah dan lumpur yang terbawa oleh banjir.

Kemarin, warga masih berjuang membersihkan rumah-rumah mereka. Para petugas dan beberapa mobil truk milik Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Tangerang tampak ikut sibuk membantu warga membereskan sampah-sampah tersebut.

Syaiful, warga RT 12/06 Perumahan Ciledug Indah 1, menjadi salah satu warga yang sibuk mengeluarkan sampah dari dalam rumahnya. Beberapa peralatan rumah tangga yang rusak karena terendam banjir ikut pula dibuangnya. “Tadi izin enggak ngantor soalnya di rumah lagi repot,” tutur Syaiful.

Meski demikian, penderitaan yang dirasakan warga lebih ringan daripada tahun-tahun sebelumnya. Genangan air sedalam 80 cm yang baru saja mampir belum seberapa. Berdasarkan peristiwasebelumnya, rendaman air bisa mencapai kedalaman 1,5 meter, bahkan lebih, dan dalam jangka waktu yang lebih lama.

“Kemarin enggak ada warga sini yang sampai mengungsi. Saya naik ke lantai dua sambil tunggu air lewat. Sebelumnya air bisa naik sampai 2 meter masuk rumah,” katanya.

Sumarno, warga lainnya, ikut membantu petugas membersihkan sampah-sampah yang tersisa di selokan. Bersama warga lain, dirinya sudah terlebih dahulu berjuang menghadang air di depan perumahan saat banjir mulai terjadi.

Warga sempat membuat semacam bendungan dengan alat seadanya dan berharap air tidak masuk ke permukiman. Namun, upaya tersebut nyatanya tidak banyak membantu. “Alatnya ya macam-macam. Ada kayu, batu, atau meja kami taruh saja," ujarnya.

Di tempat yang sama, Yahya Surya, pengawas lapangan Pemeliharaan Jalan Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Tangerang, mengatakan pembersihan sampah baru bisa dilakukan pada pagi hari setelah air benar-benar surut.

Sejak pagi hingga siang, sampah yang sudah terangkut mencapai delapan truk ukuran sedang. Untuk penanganan sampah akibat banjir itu, sebanyak 70 petugas diturunkan. Menurut Yahya, persoalan tersulit ditemukan ketika warga menangani sampah sisa banjir yang berada di selokan yang sudah dicor. (Deni Aryanto/J-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya