Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
PROSES hukum kasus dugaan korupsi Rp126 miliar dana tanggung jawab sosial perusahaan (corporate social responsibility/CSR) Pertamina Foundation telah masuk tahap penyidikan.
Dengan demikian, tidak lama lagi Bareskrim Polri segera menetapkan tersangka. Salah seorang yang diperiksa ialah mantan Direktur Eksekutif Pertamina Foundation Nina Nurlina Pramono yang juga bekas calon pimpinan KPK.
Hal itu dikemukakan Kapolri Jenderal Badrodin Haiti seusai bertemu Presiden Joko Widodo dan Wapres Jusuf Kalla di Istana Negara, Jakarta, kemarin.
"Bareskrim Polri sudah lama melakukan penyelidikan karena ada laporan dari kalangan internal. Kini sudah masuk penyidikan," kata Badrodin.
Polri kini tengah menyidik sejumlah proyek Pertamina Foundation seperti penanaman 100 juta pohon, pendirian sekolah Pertamina Foundation, dan sekolah sepak bola Pertamina Foundation. Semua proyek tersebut menggunakan anggaran negara 2012-2014.
Untuk melengkapi upaya penyi dikan, kemarin, petugas Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Tipideksus) Mabes Polri menggeledah kantor Pertamina Foundation di kawasan Simprug, Jakarta Selatan. Menurut Kepala Tipideksus Brigjen Victor Simanjuntak, dalam penggeledahan tersebut petugas menyisir ruang direktur pendataan, direktur perencanaan, dan ruang bendahara.
Dalam kasus dugaan korupsi Pertamina Foundation, lanjut Victor, kerugian negara yang dialami mencapai Rp126 miliar dari 2012 hingga 2014.
Salah seorang pegawai Pertamina Foundation yang enggan disebutkan jati dirinya mengakui petugas Tipideksus menggeledah ruang kerja Direktur Pertamina Foundation Umar Fahmi.
"Di ruang kerja itulah dulu Ibu Nina Nurlina bekerja," ungkap pegawai tersebut.
Kasubdit Tipideksus Bareskrim Polri Kombes Golkar Pangarso menyatakan pihaknya menemukan banyak dokumen terkait dugaan adanya relawan fiktif dalam kasus korupsi Pertamina Foundation.
Sementara itu, VP Corporate Communication Pertamina Wianda Pusponegoro menyatakan program CSR yang dilakukan Pertamina Foundation seperti penanaman 100 juta pohon sudah berhenti sejak 2014.
Terkait penghentian program tersebut, Pertamina perlu mengadakan evaluasi sebelum melanjutkan prog-ram tersebut tahun berikutnya.
Meskipun demikian, menurut Wianda, pihaknya tidak menyebut siapa saja pimpinan yang terlibat program CSR. "Saya tidak mengonfirmasi nama. Itu masuk ranah pemeriksaan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved