(ANTARA/Widodo S. Jusuf)
KOMISI X DPR RI masih menunggu koordinasi dari pemerintah dan KOI untuk membahas persiapan Asian Games (AG) 2018. Anggota komisi X fraksi partai Golkar Ferdiansyah mengatakan, pihaknya belum menerima rincian pengajuan anggaran terlebih strategi, target, dan cabang olahraga serta nomor untuk AG 2018.
"Kami masih menunggu. Tapi memang begitu kan, kalau waktunya sudah dekat baru koordinasi. Kami sekarang mempertanyakan untuk target mendali, strategi, cabang olahraganya yang mana saja. Tuan rumah punya hak menentukan cang olahraganya. Ini penting juga agar kami tahu unit biayanya,"jelasnya, Selasa (25/8).
Lebih lanjut dijelaskan, penetapan cabang olahraga harusnya telah dilakukan sebelum ditetapkan tempat pelaksanaan AG. Penetapan tempat pun menurutnya sarat peta politik karena AG merupakan ajang bergensi dunia.
"Ya ini peta politik semua. Tapi yang pasti kami tidak mengizinkan pembangunan vanue lagi karena anggaran yang terbatas,"tegasnya.
Ferdiansyah juga memaklumi jika daerah ingin terlibat dalam penyelenggaraan AG. Selain bernilai pariwisata juga berdampak terhadap perekonomian daerah tersebut. Namun dengan anggaran AG sekitar Rp6 triliun, angka dinilai masih belum cukup untuk membangun vanue.
"Kalau tidak ada pembangunan silahkan saja. Sebenarnya secara tidak langsung gubernur Jabar juga sudah ngomong ke saya (lobi), silahkan tapi daerah harus siapkan anggaran sendiri,"ujarnya.
Sementara itu menurut satuan pelaksana Program Indonesia Emas Warso menjelaskan saat ini pihaknya menemukan kesulitan lantaran jumlah dan nama atlet yang belum terkumpul. Hal ini disebabkan oleh terpecahnya pengurus besar (PB) antara KONI dan KOI.
"Jadi, prima ini jembatan untuk menampung atlet dari PB, ada PB yang aktif dan ada yang PB bandel. Ini sebenarnya yang menghambat. Semestinya nama atlet sudah disetor awal agustus ke pemerintah. Jika tidak terlambat maka atletnya akan ditinggal, surar keputusan jga akan tersendat,"jelasnya.
Dia menambahkan, nama atlet yang belum disetor ini salah satunya dari cang olahraga menembak, tenis meja dan sepeda yang memiliki atlet bepretasi.
"Kebanyakan, PB yang belum menyetor atlet, rata-rata yang bermasalah dan atletnya sedang drop. Seperti menembak, tenis meja, namun ada juga yang berprestasi seperti sepeda,"pukasnya. (Ami/T-1)