(http://www.kotabsd.com)MESKI Gubernur Banten Rano Karno mengakui telah meminta langsung daerahnya menjadi salah satu tuan rumah Asian Games 2018, tapi sikap lain justru ditunjukan Ketua Komite Olympiade Indonesia Rita Subowo. Dirinya membantah jika penetapan tempat pelaksanaan Asian Games ditetapkan karena ada lobi dari dua gubernur Banten dan Jawa Barat. Dirinya berdalih penetapan dua daerah ini secara mendadak karena letak bandara sebagai tempat pertama tibanya peserta olahraga tersebut.
"Tidak, tidak ada itu. Banten dan Jabar ada karena lokasi. Airport kalau mendarat di Banten,"tegasnya, Kamis (27/8)
Saat ditemui di sela perhelatan rakor pembinaan olehraga nasional di JCC, mantan ketua KONI ini juga menekankan, dirinya memang berwenang menetapkan tempat pelaksanaan sesuai dengan kebutuhan.
"Saya kira itu kebutuhan dari asian games. Kami tidak boleh melihat provinsinya, namun melihat kebutuhannya. Asian games bukan punya satu dua propinsi, namun semua bangsa indonesia,"ujarnya.
Sementara itu dalam koordinasinya dengan komisi X DPR RI, AG kali tidak diperbolehkan membangun vanue kembali karena membuat anggaran membengkak. Namun, diketahui sebelas cabang olahraga akan dilakukan di vanue mewah ICE Hall yang disewa oleh KOI.
" Tidak perlu (tidak diizinkan) adanya pembangunan venue, namun hanya renovasi saja, terutama venue aquatic dan venue balap sepeda (velodrom). Untuk sewa tidak ada masalah kalau ada legacynya. Itu dilakukan di semua negara ,"terangnya.
Terkait penggunaan vanue ICE Hall yang sahamnya sebagian milik PT. Sinar Mas, juru bicara perusahaan Gandi Sulistiyanto membenarkan. Penggunaan hall terbesar di asia tenggara ini dinilai tepat untuk digunaan di ajang olahraga bergengsi tersebut.
"Iya benar. Kami sudah dihubungi. Penggunaannya nanti dengan sistem sewa. Tapi saya tidak tahu harga sewanya berapa karena itu dikelola oleh Demesst Jerman, operator pameran terbesar di dunia,"jelasnya.
Sebelumnya gubernur Banten menuturkan dengan mempertimbangkan infrastruktur dan kenyamanan AG, maka lokasi milik Sinar Mar tersebut yang paling siap digunakan. Dia pun membantah penggunaan hall tersebut karena tekanan dari pihak Sinar Mas.
"Jika melihat kesiapan tempat maka cuma di sana (BSD) yang siap. Jujur saja untuk PON saja kami belum siap. Karena misalkan, kami belum punya stadion,"kata Rano saat ditemui Media Indonesia. (Ami/T-1)