Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
CITRA Pasar Santa yang terletak di Jalan Cisanggiri II, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, berubah dari pasar tradisional menjadi tempat gaul kaum muda di malam hari sejak selesai direhabilitasi pada 2014.
Pasar itu menjadi pilihan alternatif untuk menikmati kuliner sekaligus bersosialisasi selain restoran dan kafe lain yang bertaburan di kawasan Kebayoran Baru.
Setelah direhabilitasi, pasar yang terdiri atas tiga lantai itu, lantai teratasnya menjadi tempat khusus kafe-kafe mini dengan berbagai macam sajian kuliner kekinian.
Kafe-kafe itu menyedot perhatian kalangan muda.
Lantai basement tetap digunakan untuk pedagang sayur-mayur, daging, buah-buahan, hingga sembako.
Adapun lantai dasar diperuntukkan bagi pedagang dan penjahit pakaian.
Penyebaran informasi tentang perubahan pasar melalui media sosial ternyata meningkatkan popularitas Pasar Santa ketika itu.
Pasar yang mulai beroperasi pada 1971 itu menyedot minat kaum muda untuk nongkrong di sejumlah kafe.
Namun, seiring berjalannya waktu, sinar Pasar Santa kini kembali meredup.
Diduga, maraknya praktik alih sewa kios oleh pemegang hak kepada pihak luar menjadi pemicunya.
Awalnya, kios Pasar Santa banyak diburu oleh wirausaha muda untuk membuka usaha, lantaran jaminan keuntungan sebagai dampak kepopuleran pasar.
Sementara itu, para pemegang hak kios menilai menyewakan kembali kios dengan harga tinggi lebih menguntungkan ketimbang menggunakannya sendiri.
Apalagi, tarif sewa yang mereka bayar kepada pengelola pasar belakangan juga naik.
"Semula tarif sewanya Rp3 juta per tahun. Lambat laun pengelola menaikkan jadi Rp10 juta sampai Rp25 juta. Saat itu aktivitas masih ramai. Namun, kemudian ada pemegang hak kios yang menyewakan ke orang luar sampai Rp60 juta per tahun. Mulai dari itu pasar jadi sepi," kata Abeng, salah seorang pedagang minuman dekat tangga, kepada Media Indonesia, pekan lalu.
Tingginya tarif sewa dalam alih sewa itu membuat penyewa dari luar memutar otak agar bisa tetap untung.
Oleh karena itu, mereka menjual makanan dan minuman dengan harga mahal.
Hal itu yang memicu merosotnya jumlah pengunjung sehingga penyewa tidak melanjutkan usaha dan akhirnya kini Pasar Santa sepi.
"Penyewa enggak tahan karena sewanya selangit." ujarnya.
Harga sewa kios baru turun setelah ada penyewa yang mengadu kepada PD Pasar Jaya dan perusahaan swasta pemegang hak pengelolaan Pasar Santa, yakni PT Inter Wahana Nuansa.
Perusahaan itu memegang hak pengelolaan Pasar Santa untuk 20 tahun atas kompensasi dana rehabilitasi pasar yang mereka keluarkan dengan sistem built, operate, and transfer (BOT).
Setelah masa pengelolaan habis, PD Pasar Jaya akan mengambil alih kembali pengelolaan pasar.
Atas pengaduan itu, ujar Abeng, belakangan harga sewa kios di Pasar Santa turun menjadi Rp4 juta hingga Rp6,5 juta.
Namun, ia yakin praktik alih sewa kios masih tetap terjadi.
Cabut hak
Kepala Pasar Santa Subhan saat dimintai konfirmasi menyatakan belum menemukan praktik alih sewa kios.
Berdasarkan aturan, PD Pasar Jaya memberikan hak penggunaan kios kepada warga yang mendaftar dan mendapat izin hanya dari PD Pasar Jaya.
Mereka dilarang memperjualbelikan atau mengalihsewakan kios kepada orang lain, kecuali keluarga dekat.
Untuk mencegah pemegang hak guna kios menyewakan lagi tempat usaha mereka kepada pihak luar, kata Subhan, ia telah menyosialisasikan tentang proses pendaftaran langsung melalui nomor kontak PT Inter Wahana Nuansa.
Dalam brosur juga tercantum harga resmi sewa kios.
Ia juga mengancam mencabut hak guna kios yang telah diberikan bila pemegang hak ketahuan mengalihsewakan kepada pihak lain. (J-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved