Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
LUAS dan mewah adalah dua kesan pertama yang dirasakan Bahrun, 40, ketika pertama kali memasuki Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pasar Minggu di Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan. Bapak tiga anak yang tinggal di Ragunan itu sudah empat kali berobat ke RS tersebut.
Semula ia tak mengira bangunan setinggi 11 lantai dengan cat hijau muda itu ialah rumah sakit. Ia sempat mengira bangunan RSU pertama di Jakarta Selatan yang beroperasi sejak Desember 2015 itu ialah hotel yang belum selesai dibangun. Bangunannya berdesain modern, tapi salah satu akses menuju bangunan itu masih ditutup.
“Pertama kali waktu anak saya sakit DB (demam berdarah) dan puskesmas merujuk ke sini. Tapi karena bangunannya bagus sekali, saya ragu bahwa ini RS. Jadi saya lewatin aja,” katanya sambil tertawa geli ketika ditemui Media Indonesia, pekan lalu.
Ia juga sempat ragu berobat ke RSUD milik Pemerintah Provinsi DKI sebab dalam benaknya pelayanan RSUD biasanya lamban dan birokrasi berbelit-belit. Meski demikian, demi sang anak, ia akhirnya tetap berobat ke RSUD tersebut.
Setelah tiba di sana, kesan yang ada di benaknya itu hilang seketika. Bahkan, menurutnya, pelayanan RSUD Pasar Minggu lebih baik daripada salah satu RS swasta di kawasan Lebak Bulus yang sering ia kunjungi saat keluarganya berobat.
Dari segi bangunan, Bahrun menilai sangat mewah untuk sebuah RS. Seluruh loket pendaftaran pelayanan dokter berada dalam ruangan luas. Peralatan dan perlengkapan dokter ataupun untuk pasien tidak kalah canggih dari yang dimiliki RS swasta.
Demikian halnya dari segi pelayanan, Bahrun menilai semua serbacepat dan jauh dari kata berbelit kendati ia dan keluarga menggunakan fasilitas Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.
"Saya pernah ngalamin gimana repotnya mengurus keluarga untuk dirawat pakai BPJS di RS lain. Ditolak, dilempar ke sana kemari. Di sini, semua cepat dan lancar. Malah kalau belum bikin BPJS, di sini bisa dibantu,” ujarnya.
Meski demikian, Bahrun berharap RSUD itu bisa ditata lebih apik agar terlihat seperti RS. Menurutnya, saat ini RSUD Pasar Minggu lebih mirip hotel yang belum selesai dibangun.
Lain lagi dengan Surni, 65, warga Bintaro, Tangerang Selatan (Tangsel). Nenek enam cucu yang sedang menjenguk tetangganya itu juga kagum akan pelayanan di RS tersebut. RSUD yang ada di kotanya, ujar Surni, belum bisa menyamai RS tersebut. “Pantas tetangga saya betah berobat ke sini, meski jauh, layanannya bagus sih,” katanya.
Namun, ia juga berharap jumlah dokter spesialis di RS tersebut ditambah sehingga ketika dokter yang satu tidak bisa menangani pasien karena tugas belajar, masih ada dokter lain. “Tetangga saya pernah enggak bisa ketemu dokternya karena lagi belajar di luar negeri,” ujar Surni.
Dilakukan bertahap
Direktur Utama RSUD Pasar Minggu Theodora Carolina mengatakan pembangunan dan pelayanan memang masih dilengkapi secara bertahap. RS yang baru berusia 9 bulan itu terus berbenah untuk memenuhi kebutuhan pasien.
Menurutnya, penambahan dokter spesialis dan peralatan dilakukan seiring bertambahnya pasien. “Memang dokter kami masih ada yang membutuhkan workshop sehingga kadang-kadang pasien kami rujuk ke RS lain. Tapi kami terus memonitor kondisinya. Taman juga akan dibangun karena kerja sama dengan kontraktor masih ada.”
Carolina juga mengakui RS yang dipimpinnya belum memiliki sistem parkir. Ia telah meminta Dinas Perhubungan dan Transportasi DKI untuk menyediakan sistem perparkiran sekaligus tenaganya. (J-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved