SARINAH, 65, pusing karena ia mesti memutar otak untuk mengatur tempat tidur anak, menantu, dan cucu-cucunya yang tinggal dalam satu unit Rumah Susun (Rusun) Jatinegara Barat selebar 30 meter persegi.
Sarinah dan 10 anggota keluarganya baru menempati unit rusun di lantai 14 tower A. Tercatat ada tiga kepala keluarga (KK) yang tinggal bercampur dalam satu rusun.
"Emak tinggal sama tiga anak. Mereka sudah menikah semua dan sudah punya anak. Cucu emak ada empat. Jadi 11 orang numpuk tinggal di sini," kata Sarinah.
Di unit rusun yang ditempati Sarinah, suami istri terpaksa tidur di tempat terpisah.
Anak laki-laki Sarinah dan dua menantu laki-lakinya terpaksa tidur di ruang tamu seukuran 3 x 6 meter yang menyatu dengan dapur.
Mereka tidur beralas karpet.
Sementara itu, dua kamar yang ada dipakai untuk tidur Sarinah, anak, dan menantu perempuannya beserta empat cucunya.
"Jadi, terpaksalah ada yang tidur di ruang tamu. Belum barang-barang yang tidak muat di rumah, bikin nambah sempit," keluhnya.
Barang-barang yang ada ditumpuk seadanya di ruang tamu.
Sarinah dan anak-anaknya terpaksa memilih barang yang betul-betul penting saja.
Sebagian barang lain yang tidak tertampung, Sarinah titipkan ke rumah saudara.
Ia mengaku telah didata pengelola dan dijanjikan akan diberikan rusun lain di Cipinang Besar Selatan (Cibesel).
Namun, ia mengeluhkan lokasi Rusun Cibesel yang dinilai jauh.
"Anak-anak Emak kan kerjanya di daerah sini semua, ada yang dagang juga. Jadi, bingung nih Emak," keluhnya.
Kondisi serupa juga dialami Minah, 38, penghuni rusun di lantai 4 tower B.
Ia tinggal bersama orangtua, suami, anak, dan kakaknya.
Ia berharap pemerintah segera memberikan tempat untuk anggota keluarganya yang lain di rusun yang tengah disiapkan.
"Saya ada tiga KK di sini. Sekarang suami saya dan suami kakak saya harus numpang di rumah keluarga di Kemayoran. Saya harap secepatnya bisa diberi tempat, tapi jangan jauh-jauh juga," kata perempuan yang biasa berjualan makanan di Pasar Balimester, Jaktim.