Bangunan SD Ambruk, Murid Tetap Semangat

Dede Susianti
16/9/2016 11:20
Bangunan SD Ambruk, Murid Tetap Semangat
(Siswa SD bermain di ruang kelas yang rusak di SDN Loji 2, Komplek IPB Sindang Barang, Bogor---ANTARA/ARIF FIRMANSYAH)

PECAHAN genting, potongan-potongan kecil tripleks bekas plafon, dan potongan kayu kerangka atap berserakan menutupi lantai pada empat ruangan di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 2 Loji, Kota Bogor, Jawa Barat. Kursi, meja, dan papan tulis usang juga ada di antara puing-puing itu.

Semua pintu ruangan yang kini beratap langit itu tertutup rapat agar tidak ada yang masuk atau bermain di lokasi tersebut karena berbahaya lantaran bangunan bisa ambruk tiba-tiba. Namun, di bagian depan keempat ruangan, masih terlihat puluhan murid. Mereka terbagi dalam beberapa kelompok. Ada yang berlarian, duduk-duduk, ada juga yang membaca buku.

Di antara mereka antara lain Bima, Anzani, dan Luthfi. Mereka ialah murid yang mendapat giliran masuk siang hari akibat rusaknya ruang belajar kelas 1, 2, 3, dan satu ruang guru.

Salah seorang guru sekaligus bendahara SDN 2 Loji, Yuni Mulida, 46, mengatakan awalnya pada Januari lalu hanya ruang kelas 1 yang tidak bisa digunakan karena plafonnya ambruk. "Saat itu kami melapor ke dinas pendidikan dan pengawas SD. Pengawas setuju bangunan itu tidak dipakai, dengan konsekuensi ada murid yang masuk siang," kata dia, kemarin.

Namun, pada 10 Mei lalu tiba-tiba atap ruang kelas 1 yang sudah tidak digunakan itu runtuh karena kayu-kayunya lapuk dimakan rayap. Hal sama, ujar Yuni, merembet ke ruang kelas 2, 3, dan ruang guru. Peristiwa terjadi ketika seluruh murid sudah pulang sehingga tidak sampai menimbulkan korban.

Dengan hancurnya atap keempat ruangan, kini yang bisa masuk pagi hanya sebagian murid kelas 1 serta semua murid kelas 2, 3, dan 6. Sementara itu, sebagian murid kelas 1 lainnya bersama murid kelas 4 dan 5 harus mengikuti kegiatan belajar pada siang hari.

Setelah peristiwa, kata dia, ia kembali melapor ke Dinas Pendidikan Kota Bogor dan sudah direspons. Bangunan yang ambruk akan diperbaiki, tetapi prosesnya baru bisa dilakukan bulan ini. "Rencana perbaikan sudah dianggarkan, tapi memang prosesnya lama. Baru bulan ini rehabilitasi dilakukan karena dananya baru cair," jelas dia.

Rehabilitasi atas keempat ruangan yang rusak itu, tambahnya, tergolong rehabilitasi berat dengan anggaran Rp414 juta lebih.

Kendati murid harus belajar secara bergantian, para guru berusaha memastikan kondisi tersebut tidak berdampak buruk terhadap prestasi mereka.

Menurut Yuni, bahkan jumlah murid yang mendaftar ke sekolah tersebut pada tahun ajaran 2016-2017 bertambah menjadi 265 orang bila dibandingkan dengan tahun ajaran sebelumnya sebanyak 240 orang.

Demikian halnya dengan orangtua murid, kata dia, tidak ada yang keberatan anak-anak mereka terpaksa harus bersekolah siang hari.

Fitri, 30, salah satu orangtua murid, mengatakan anaknya tidak pernah mengeluh dan tetap bersemangat ke sekolah. "Anak saya Bima semangat-semangat saja meskipun seminggu masuk siang dan seminggu berikutnya masuk pagi," ujarnya.

Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Bogor Fahrudin memastikan gedung SDN 2 Loji segera diperbaiki. (J-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Panji Arimurti
Berita Lainnya