Warga Melintasi banjir yang menggenangi Kelurahan Bukit Duri beberapa waktu lalu.(MI/PANCA SYURKANI)
PEMERINTAH Provinsi DKI Jakarta menyiapkan Rusun Cipinang Besar Selatan (Cibesel) dan Rusun Pulogebang untuk merelokasi warga Bukit Duri, Jakarta Selatan.
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok mengatakan kedua rusun tersebut mampu menampung hingga lebih dari 300 kepala keluarga warga Bukit Duri yang akan ditertibkan dari bantaran Kali Ciliwung.
''Bukit Duri kita siapkan ada dua rusun, di Cibesel sama di Pulogebang. Di Cibesel kalau tidak salah ada kira-kira 160 unit dan di Pulogebang kalau tidak salah 150 unit,'' kata Ahok di Balai Kota, kemarin.
Ahok menambahkan dirinya tidak mau terburu-buru dalam menertibkan warga Kampung Pulo di empat RW lain yang masuk ke penertiban tahap kedua. Ia masih ingin melihat hasil penertiban pada Kamis (20/8) lalu dibenahi dan dijadikan jalur hijau serta efeknya pada aliran air Kali Ciliwung.
Apabila normalisasi tersebut dapat membantu melancarkan aliran air, Ahok ingin menawarkan kepada warga di RW 05-08 Kampung Pulo untuk direlokasi sementara dan lahan yang dibebaskan bisa dibangun rusun.
Skema penggantian tanah sebesar 1,5 kali pun akan tetap diterapkan bagi warga yang memiliki sertifi kat tanah.
Sementara itu, bagi warga yang memiliki bukti kepemilikan atau jual beli tanah, akan diganti sebesar 1,2 kali luas tanah.
''Kalau kita tutup ini sudah tidak banjir, itu kan pasti ada tampungan air. Nah, itu yang mau kita tawarkan. Ini yang duluan sudah selesai. Bagaimana kalau kita bangunkan (rusun)? Terus kalian tinggal di dalam. Warga yang ada sertifikat, saya kasih 1,5 kali. Kalau ada girik semacamnya saya kasih 1,2 kali,'' ujar Ahok.
Rusun tersebut akan tetap disiapkan bagi warga yang tidak memiliki bukti kepemilikan tanah tetapi tetap tanpa ganti rugi ataupun uang kerahiman.
Tidak adanya uang kerahiman bagi warga yang tidak memiliki bukti kepemilikan lahan itu di antaranya tertuang di dalam UU No 2/2012 tentang Pengadaan Tanah untuk Kepentingan Pembangunan.
Gundah Sebanyak 150 keluarga RT 005/012 Bukit Duri Tebet, Jakarta Selatan, mengaku cemas atas rencana relokasi tersebut.
Sebagian resah akibat takut kehilangan tempat mencari nafkah. Sebagian lagi merasa kehilangan nikmatnya hidup bertetangga walau tinggal berdempetan.
Rosiarti, misalnya, takut pendapatan Rp900 ribu dari jabatan Ketua RT yang diemban suaminya bakal hilang akibat pindah. Ia minta pemprov memikirkan hal tersebut. (Put/Ssr/Nel/JDP/J-1)