Jaminan Sehat Bikin Hewan Laris Manis

Putri Anisa Yuliani/Nicky Aulia Widadio/J-2
13/9/2016 06:41
Jaminan Sehat Bikin Hewan Laris Manis
(MI/Panca Syurkani)

UDIN, 50, warga Kelurahan Kebon Melati, Tanah Abang, Jakarta Pusat, bersiul-siul riang karena hewan-hewan kurban yang ia jual sejak 10 hari lalu di tempat penampungan hewan kurban di Jalan KH Mas Mansyur, kemarin, tinggal tersisa sedikit.

"Alhamdullilah, jualan di sini cepat laku. Ini tinggal sisa kambing lima ekor sama sapi satu ekor dari total stok 30 ekor kambing dan 5 sapi," kata Udin dengan wajah semringah kepada Media Indonesia, kemarin.

Sejak hari pertama berjualan hingga kemarin, lokasi seluas 3.000 meter persegi itu ditempati Udin bersama beberapa pedagang hewan kurban lainnya.

Menurutnya, jaminan bahwa kesehatan hewan yang dijual di tempat penampungan tersebut telah diperiksa dokter hewan menjadi faktor utama dagangan Udin dan pedagang lainnya laris manis.

"Orang (pembeli) banyak yang datang ke sini. Apalagi di sini ada spanduk besar bahwa kesehatan hewan yang kami jual sudah diperiksa dokter. Kambing atau sapi sakit pasti enggak boleh dijual di sini. Pembeli tinggal menawar harga. Kalau membeli hewan yang dijual di trotoar kan harus lebih teliti, karena belum tentu sehat," ujarnya.

Meski di tempat penampungan yang disediakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta itu ia hanya bisa menyediakan hewan dalam jumlah lebih sedikit jika dibandingkan dengan pedagang di pinggiran jalan, ia mengaku tetap memperoleh keuntungan besar, sebab dengan kondisi hewan-hewan yang sehat, ia bisa mematok harga lebih tinggi ketimbang harga hewan di lokasi penjualan lainnya.

"Memang tahun ini jumlah penjualan hewannya menurun. Namun, karena saya bisa menetapkan harga tinggi, tetap untung. Harga sapi saya patok paling murah Rp22 juta. Kalau kambing yang gemuk dan besar minimal Rp4,2 juta, dan yang agak muda bisa Rp3,5 juta," ujar Udin.

Namun, ia enggan menyebutkan keuntungan yang diperoleh.

Ia pun berencana akan terus menjual hewan dagangannya di lokasi itu hingga melewati Idul Adha, meski harus menurunkan harga.

Harga kambing akan diturunkan menjadi Rp3 juta dan sapi Rp18 juta per ekor.

Nasib berbeda dialami Sueb, 37, pedagang hewan kurban musiman yang berjualan di trotoar, tidak jauh dari lokasi penampungan.

Dari 50 ekor kambing yang ia pajang sejak seminggu sebebelum Hari Raya Idul Adha, baru 35 ekor yang terjual.

Ia berharap 15 ekor sisanya bisa segera terjual untuk mengurangi potensi kerugian.

Sementara itu, pada Idul Adha kali ini, Masjid Istiqlal menyembelih 25 sapi dan 16 kambing yang mulai disembelih tadi malam.

Seluruh daging kurban didistribusikan kepada 16.247 orang dari 85 kelompok/lembaga di tujuh wilayah di Jakarta Pusat.

Seperti sejak dua tahun lalu, kali ini tidak ada lagi pembagian daging kurban di area Masjid Istiqlal.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya