Rusunawa akan Ditambah

MI
25/8/2015 00:00
Rusunawa akan Ditambah
(MI/ARYA MANGGALA)
PEMERINTAH Provinsi DKI Jakarta akan menambah rumah susun sewa (rusunawa) untuk warga Kampung Pulo, Kampung Melayu, Jakarta Timur. Pasalnya, satu unit di Rusunawa Jatinegara Barat, yang memiliki 518 unit, diisi lebih dari satu kepala keluarga (KK).

Camat Jatinegara, Sofyan Taher, mengatakan ada 926 KK dari RW 01, 02, dan 03 Kampung Pulo yang terdampak normalisasi. Saat ini, pihaknya tengah mendata unit mana saja yang diisi lebih dari satu KK.

''Makanya ini lagi dikaji, penambahan alokasi bagi penghuni yang lebih dari satu KK,'' kata Sofyan, kemarin.

Dari 926 KK itu, ada 156 KK yang merupakan warga pengontrak. Mereka, kata Sofyan, tidak akan mendapatkan unit rusunawa.

''Kami akan data kembali jumlah pengontrak ini memiliki hubungan keluarga dengan warga atau tidak. Kalau tidak, akan kami keluarkan, sesuai dengan moto, tidak boleh diperalihkan ke mana pun tanpa persetujuan pengelola rusun,'' tegasnya.

Ia pun saat ini tengah berkoordinasi dengan Dinas Perumahan dan Gedung Pemda DKI Jakarta untuk merumuskan dan memilah warga yang akan mendapat tambahan unit. Saat ini, sudah ada 422 KK yang sudah mendaftar dan pindah ke Rusunawa Jatinegara Barat.

''Untuk sementara, dua KK yang tinggal di satu unit rusun dicampur dulu atau menginap di keluarganya di tempat lain. Kalau pun kajiannya nanti ada tambahan, mereka akan ditempatkan di Rusun Cipinang Besar Selatan dan Pulogebang,'' ujarnya.

Tiang Pancang

Hampir 95% rumah di Kampung Pulo sudah dibongkar. Kini, pembuatan turap di bantaran Kali Ciliwung resmi dimulai. Proses awal pemasangan tiang pancang pun tengah dilakukan.

Nantinya, tiang pancang sepanjang 1.900 meter pun akan dipasang sepanjang bantaran Kali Ciliwung untuk mencegah banjir.

''Baru peletakan tiang pancang pertama. Ke depannya baru akan bikin akses untuk material berat lainnya masuk,'' kata Kepala Pelaksana Lapangan Proyek Normalisasi Kali Ciliwung Pakem, Asep Sopian dari Jaya Konsturksi di Kampung Pulo, Jatinegara, Jakarta Timur.

Pembuatan turap itu pun ditargetkan selesai dalam waktu tiga bulan. Satu kendala yang cukup menghambat ialah masih berdirinya musala di sana. Musala yang berada di RW 03 itu menghambat akses masuk alat-alat berat dan bahan material ke lokasi pembangunan tiang pancang.

Di sisi lain, pemerintah Kota Jakarta Selatan bakal membongkar wilayah Bukit Duri, Tebet, Jakarta Selatan. Khususnya bangunan warga yang berada di bantaran sungai untuk proyek normalisasi Ciliwung. (Mal/Nel/Mtvn/J-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya