Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
PENYIDIK Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya membekuk tiga orang yang diduga membantu perampokan di rumah Asep Sulaeman, Jalan Bukit Hijau 9, Pondok Indah, Jakarta Selatan.
Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komsiaris Besar Awi Setiyono mengatakan ketiga terduga pelaku tersebut yakni RHN, HS, dan SAS. Ketiganya ditangkap di wilayah Cilegon dan Tangerang, pada Rabu (7/9) malam.
Penangkapan ketiganya dilakukan setelah polisi menemukan mobil yang diduga digunakan para pelaku yang ditinggal di wilayah pusat perbelanjaan kawasan Karawaci, Kota Tangerang.
"Setelah menemukan mobil yang ditinggal di pinggir jalan, kami melakukan pengembangan dan menangkap RHN dan HS di Cilegon sekitar pukul 17.30 WIB," kata Awi di Mapolda Metro Jaya, Kamis (8/9).
Awi menjelakan, setelah menangkap RHN dan HS, polisi mendapat informasi bahwa ada tersangka lain yang bersembunyi di kawasan Tangerang. Polisi pun melakukan pengejaran dan akhirnya menangkap SAS sekitar pukul 21.30 WIB di Tangerang.
Dari ketiganya, dua dari pelaku yaitu RHN dan SAS merupakan tiga DPO (Daftar Pencarian Orang) pihak kepolisian yang sudah diselidiki usai polisi membekuk pelaku AJ dan S.
Namun, untuk satu orang yang berinisial HS bukan merupakan target operasi. Dia ditangkap lantaran terbukti menyembunyikan RHN di rumahnya.
"RHN ini driver (sopir) mobil Fortuner yang digunakan untuk ngedrop (menurunkan) dua pelaku yang ditangkap di Pondok Indah," jelas Awi.
Dari penangkapan itu, polisi masih memburu satu terduga pelaku lainnya yang ikut dalam komplotan perampokan rumah Asep Sulaiman.
"Jadi masih ada satu orang lagi yang masih kami cari. HS itu sebenarnya bukan target kami tapi karena dia membantu menyembunyikan tersangka makanya kami bekuk," pungkas Awi.
Sebelumnya, perampok berinisial AJ dan S masuk ke rumah Asep pada Sabtu (3/9) sekitar pukul 05.30 WIB. Keduanya membuntuti Pembantu Rumah Tangga bernama Rini yang masuk ke rumah.
Setelah berhasil masuk kerumah sambil menodongkan senjata api, pelaku meminta ditunjukkan kamar Asep.
Kemudian pelaku menyandera Asep, istri, dan anaknya, serta Rini. Namun Rini berhasil melarikan diri saat pelaku meminta dibuatkan mi instan sekitar pukul 06.00 WIB.
Di luar rumah, Rini berteriak meminta tolong petugas keamanan. Petugas keamanan melaporkan informasi tersebut ke polisi.
Setelah sembilan jam, polisi menangkap dua perampok dan menyelamatkan semua sandera. Dua perampok yang mengaku berasal dari Solo, Jawa Tengah, selanjutnya dibawa ke Mapolda Metro Jaya untuk diperiksa secara intensif.
Asep Sulaeman yang merupakan pemilik rumah sempat menjabat Vice President Exploration ExxonMobil Indonesia, perusahaan yang bergerak di bidang minyak dan gas. Lulusan Universitas Padjajaran itu adalah seorang geologis senior. Dia juga penghubung Exxon dengan pemerintah dan perusahaan lainnya. (MTVN/OL-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved